Pertajam kompetensi, Politeknik Enjiniring Kementan gandeng Kawan Lama dalam pendalaman kurikulum

Serpong- Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) merupakan salah satu Politeknik binaan Kementerian Pertanian yang terus berupaya menyediakan sumberdaya manusia yang ahli dalam bidang enjiniring pertanian.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, pendirian kampus PEPI merupakan komitmen Kementan dalam mempercepat pembangunan SDM pertanian serta meningkatkan kualitas tenaga yang terlatih, terampil sehingga dapat terserap ke dalam industri-industri. Hal ini sesuai dengan arahan presiden untuk menghubungkan pendidikan vokasi dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan, dan siap untuk hal-hal yang baru.
“PEPI berkomitmen untuk menghasilkan lulusan sebagai tenaga teknisi yang terampil, berintegritas dan memiliki jiwa entrepreneur serta berwawasan industri 4.0,” jelas Mentan Syahrul.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan melalui PEPI diharapkan dapat mencetak tenaga terampil yang berkompeten di bidang mekanisasi pertanian dan menjadi solusi untuk menggairahkan generasi muda untuk berkiprah di sektor pertanian dengan cara-cara yang modern.
“Kita buktikan keseriusan Kementan untuk menyiapkan pelaku-pelaku pembangunan pertanian yang handal dan unggul dan mampu berdaya saing tak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah dunia,” tambah Dedi.
Penajaman kompetensi mahasiswa politeknik tentunya sangat diperlukan terutama dalam menunjang kemampuan. Oleh karena itu dalam hal ini Wakil Direktur III, Andy Saryoko menggandeng langsung Kawan Lama dalam pendalaman kurikulum mahasiswa Semester V prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP) materi pengelasan.
“Sinergitas yang dilakukan antara perguruan tinggi dengan industri sendiri merupakan upaya penyelarasan kurikum terutama dalam pendalaman kompetens” ujar Andy.
“Harapannya, dengan adanya penyelarasan kurikulum dengan industry ini mampu memberikan kesempatan mahasiswa untuk dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh industry sekaligus mampu menambah pengalaman, pengetahuan serta skill-nya” terang Andy.
Markus Doni, selaku instruktur pelatihan mengungkapkan kerjasama ini bertujuan untuk menjembatani antara pendidikan yang ada di politeknik dan dunia industri. Sasarannya adalah agar mahasiswa tidak canggung pada saat terjun ke dunia industry oleh karena itu perlu adanya pemahaman teori. Dengan hadirnya kami diharapkan mampu memberi wawasan lebih terhadap pengetahuan mahasiswa.

 117 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?