Peringati Dies Natalis ke-3, Politeknik Enjiniring Kementan Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Mahasiswa

SERPONG- Peringatan diesnatalis Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) diperingati tanggal 25 juni. Tanggal ini menjadi hari lahirnya Politeknik Kementerian Pertanian di seluruh Indonesia yang menandai hadirnya Pendidikan Vokasi Pertanian

Pendidikan Vokasi Pertanian memiliki tugas khusus dalam berkomitmen mengupayakan pengembangan SDM yang profesional, berdaya saing, dan berwirausaha sebagai basis regenerasi petani. Melalui beasiswa pendidikan program Diploma, Kementan menyelenggarakan pendidikan pertanian di 7 Politeknik yang berada di bawah naungannya.

Secara bersamaan 6 Politeknik Binaan Kementerian Pertanian lainnya, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan 1 Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI). Keenam Polbangtan yang tersebar di kampus Medan, Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang (YoMa), Malang, Gowa, dan Manokwari serta PEPI berlokasi di Serpong yang secara bersama sama memperingati tanggal 25 Juni sebagai lahirnya Pendidikan Vokasi Pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan pendidikan vokasi mempunyai peran penting dalam menghasilkan petani milenial berjiwa entrepreneur.
“Pendidikan vokasi telah dituntun dengan era yang baru. Saat ini pendidikan vokasi menjadi jawaban karena sekarang tidak hanya mengajarkan keterampilan dalam pendekatan intelektual tetapi juga sekaligus menyatukan sistem intelektual dengan manajemen orientasi seperti lapangan, dan praktis”, ujar Mentan Syahrul.

Lebih lanjut disampaikan Mentan Syahrul, selain keterampilan intelektual, dalam vokasi di era saat ini ada pendekatan kedua yang sangat penting untuk didapatkan generasi milenial. Yaitu pendekatan karakter yang berasal dari intuisi atas pengalamannya.
“Pendidikan vokasi mampu menyatukan antara intelektual dengan karakter. Kekuatan karakter sangat penting karena akan membuatnya menjadi seorang yang kuat, mampu bertarung dan mampu mencari jalan keluar terhadap segala tantangan yang ada”, tambah Mentan Syahrul.

Menurutnya kapasitas lain yang didapat dari vokasi adalah kompetensi. “Kompetensi yang dibutuhkan kompetensi yang mampu berkolaborasi, kerja sama dengan orang lain dan juga kritis baik pada dirinya, lingkungan maupun ketika menghadapi masalah, yang tidak diam saja menerima apa adanya. Tidak cukup dengan itu saja ada satu hal lagi yang kaum milenial harus punya yaitu kompetisi mampu bersaing dengan kreativitas dan entrepreneurs”, kata Mentan Syahrul.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menekankan pentingnya peran pendidikan vokasi dalam mencetak SDM yang handal karena tonggak utama pembangunan pertanian berada ditangan SDM yang berkualitas.

“Untuk mencapai produktivitas pertanian yang tinggi, hal utama yang paling utama yaitu tersedianya SDM Pertanian yang unggul, andal, profesional, dan mandiri serta berjiwa enterprenur tinggi,” tegas Dedi.

Dalam peringatan diesnatalis ke-3 tersebut PEPI menyebutnya sebagai momentum dalam mengapresasi prestasi yang diperoleh mahasiwa terbaik setiap semesternya juga apresiasi kreativitas mahasiswa pada ajang kegiatan Lomba Kreasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) sebelumnya.
Kegiatan yang dihadiri oleh Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program studi, civitas akademika beserta mahasiswa menyambut antusias pelaksanaan diesnatalis PEPI yang ke 3. Dalam acara tersebut dilakukan berbagai susunan acara yang diantarnya penganugrahan mahasiswa berprestasi, penganugrahan kreativitas mahasiswa, dan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur PEPI, Muharfiza.

Muharfiza menyampaikan Indonesia Emas adalah terminologi yang digunakan untuk merujuk berbagai kondisi ideal bangsa Indonesia. Salah satu yang adalah krisis pangan, Direktur PEPI mendorong segenap civitas akademika untuk meningkatkan produktivitas akademik guna memberikan peran dalam membangun pertanian melalui pendidikan dengan menjaga kebersamaan, kerja keras, dan integritas demi membangun generasi milenial alam mewujudkan Indonesia Emas.

“PEPI senantiasa hadir untuk adaptif terhadap perubahan zaman yang cepat. Seluruh elemen harus siap menghadapi revolusi industry,kita bangun sdm mahasiswa yang peka terhadap teknologi. Oleh karena itu, kita tidak boleh berhenti meningkatkan kapasitas SDM yang kita miliki”, ujar Muharfiza.

“PEPI harus terus membangun sinergi internal dan eksternal, bekerja bersama dengan lembaga pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan pendidikan yang unggul bagi mahasiswanya, dan melanjutkan dharma penelitian dan pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan pertanian Indonesia” tandas Muharfiza.

 341 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?