PEPI Serpong, Politeknik Perioritas Industri 4.0

Serpong, Dalam rangka memenuhi kebutuhan industri, politeknik hadir sebagai jawaban dalam menyiapkan sumberdaya manusia yang profesional dan berorientasi pada bidang keteknikan. Salah satunya Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).
PEPI bersama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) sebagai perguruan tinggi vokasi dibidang pertanian dibawah naungan Kementerian Pertanian berupaya berbenah dalam menjawab tantangan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Pendidikan vokasi dan industri harus memiliki sebuah hubungan link and match yang terintegrasi untuk membuat sebuah politeknik bisa menjadi kelas dunia.
Dalam penyiapan Sumberdaya Manusia (SDM) Pertanian yang handal, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, “Salah satu langkah mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern dengan membekali para generasi muda dengan kemampuan teknis dan manajerial bidang pertanian”.
“Transformasi pendidikan didesign untuk mencetak generasi muda pertanian professional yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memiliki sertifikasi internasional. Kementan pun menerapkan konsep “Merdeka Belajar” yang digaungkan oleh Kemendikbud dengan menghubungkan peserta didik dengan dunia industri dan dunia usaha melalui teaching factory (TEFA)”, ungkap Mentan.
Hal senada diungkapkan Dedi Nursyamsi selaku kepala Badan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) bahwa target pengembangan SDM Pertanian melalui Pusat Pendidikan BPPSDM adalah percepatan penumbuhan dan penguatan petani milenial, salah satunya lewat Pendidikan vokasi.
“Kementan berupaya meningkatkan penumbuhan wirausaha muda pertanian dan melakukan transformasi menuju world class university di unit pelaksana teknis pendidikan yaitu salah satunya melalui Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI)” Ujar Dedi Nursyamsi.
Dedi pun bertekad menciptakan PEPI sebagai universitas kelas dunia. Materi pembelajaran didominasi praktek langsung di lapangan (70 persen praktek lapangan, 30 persen materi) sehingga menghasikan SDM yang terampil dan kompeten di bidang mekanisasi pertanian.

Selain dalam rangka memenuhi kebutuhan industri, PEPI juga turut menghasilkan lulusan yang berorientasi pada wirausaha. Andy Saryoko selaku PLH Wadir III bidang kemahasiswaan menjelaskan bahwa saat ini PEPI sudah berbasis keenjiniringan dan wirausaha, sehingga nantinya lulusannya justru dapat membuka lapangan kerja.
“Output yang dihasilkan dari 30% teori dan 70% praktek harapannya dapat membekali mahasiswa untuk lebih terampil dalam hal keenjiniringan yang berorientasi pada pemanfaatan mekanisasi”. tutur Andy
“Kami komitmen mempersiapkan lulusan berdaya saing sebagai tenaga kerja yang tangguh dan kompeten. Lulusan yang dihasilkan merupakan lulusan kompeten sehingga bisa diterima di industri dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

 202 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?