PEPI Disukai Generasi Millenial Pertanian

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta perguruan tinggi untuk bersinergi membangun pertanian, salah satinya dengan pengetahuan dari para mahasiswa pertanian dapat berguna hingga sampai di level desa. Selain itu, mahasiswa juga harus diajak menjadi bibit petani milenial dengan membangun pertanian menggunakan teknologi yang semakin hari semakin canggih sehingga ilmu yang didapatkan dari kampus bisa dipraktekan di lapangan.

Disisi laian Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Pertanian Dedi Nursyamsi menegaskan perguruan tinggi terhadap pertanian harus mampu menjawab tantangan pertanian saat ini. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama perguruan tinggi pertanian harus melakukan perubahan yang lebih baik dalam meningkatkan produksi pangan.

“Ada tiga aspek agenda besar yang bisa dilakukan BPPSDMP. Pertama agenda mindset dengan akademik intelektual sesuai tantangan era dan yang harus terjadi antara lain dengan menggunakan online sistem, digital sistem, frekuensi titik-titik dan mekanisasi baik,” tegasnya.

Nizmah Jatisari H, Kepala Sub Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan menyatakan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) banyak disukai oleh generasi millennial (21/04) di Serpong.

Hal tersebut dibuktikan dengan animo generasi milenial yang mendaftar pada PMB PEPI pada jalur undangan yang mulai dibuka tanggal 11 April yang sampai saat ini jumlah pelamar sebanyak 240 yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI. Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat.

Nizmah menyatakan para calon mahasiswa baru (camaba) tertarik mendaftar di karena PEPI memiliki program studi (Prodi) Teknologi Mekanisasi Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian dan Tata Air Pertanian. Prodi tersebut menciptakan mahasiswa berinovasi dibandingkan jalur pendidikan lainnya. Serta menjadi kebutuhan di dunia usaha dan dunia industry pertanian sesuai dengan perkembangan zaman.

Tak kalah menarik, PEPI memiliki program jalur undangan Petani Masuk Sekolah (PMS), yang diminati sebanyak 24 camaba. Program tersebut, bisa menjadi kunci majunya pertanian Indonesia yang berjalan secara mandiri dan modern.

“Mahasiswa PEPI diharapkan dapat menumbuhkembangkan semangat dan kepedulian seluruh civitas akademik dan dunia industri untuk maju bersama membangun kualitas SDM Indonesia. Menurut dia, lulusan D3 yang berkualitas adalah hasil gotong royong seluruh aspek bukan hanya perguruan tinggi yang bertanggung jawab, melainkan perusahaan juga terlibat dalam kurikulum, magang, dan rekrutmen,” tuturnya.

 19 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?