Penelitian Bersama untuk mewujudkan Kampus Merdeka

Kementerian Pertanian melalui Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) akan menggenjot petani milenial untuk menciptakan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Untuk mewujudkan hal tersebut, PEPI menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Syekh-yusuf (UNIS), Tangerang tentang penelitian bersama (joint research) dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Dalam sambutannya di Gedung B, Pascasarjana UNIS Tangerang tanggal 11 Juni 2021, Edi Mulyadi Direktur Program Pascasarjana UNIS Tangerang, mengatakan tujuan dari kerja sama dengan PEPI adalah menghasilkan dan mengembangkan teknologi pertanian, memanfaatkan, mengoptimalkan serta mendayagunakan teknologi pertanian melalui pendampingan dan fasilitasi, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis kekuatan masyarakat (power of community) melalui konsepsi islami dan berkelanjutan. Kampus merdeka memiliki esensi kolaboratif, artinya setiap kegiatan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, karena kepakaran seseorang ada batasnya, tegas Edi.


Senada dengan Direktur Program Pascasarjana UNIS Tangerang, Direktur PEPI menegaskan bahwan agar terciptanya generasi muda terdidik, terlatih, dan kompeten yang unggul dalam agrosociopreneur, diperlukanya peningkatan kualitas penelitian serta jumlah publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi nasional dan internasional serta penelitian yang langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. PEPI merupakan pendidikan tinggi vokasi, dalam hal ini akan mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak manapun yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat tani, ujar Mardison (Direktur PEPI).
Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementan akan berusaha mewujudkan pertanian Indonesia yang maju mandiri modern. “Oleh karena itu, kita harus bertindak cepat agar mencapai kinerja yang lebih baik. Kita juga harus memaksimalkan potensi SDM yang kita punya, juga memanfaatkan teknologi yang mutakhir,” katanya. Menurut Mentan, untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern kementan telah meluncurkan 5 cara bertindak (CB) yaitu(1) peningkatan kapasitas produksi, (2) diversifikasi pangan lokal,(3) penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, (4) pengembangan pertanian modern dan (5) gerakan tiga kali ekspor (gratieks).

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggul. SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, professional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin.
“Pengusaha pertanian milenial diharapkan mampu menjadi resonansi, penggebuk tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri dan modern,” tutur Dedi Nursyamsi.
Dalam arahannya, Dedi Nursyamsi menyebutkan pentingnya peran Lembaga Pendidikan vokasi pertanian untuk membentuk SDM pertanian unggulan. SDM yang siap bekerja di dunia usaha dan dunia industri serta mencetak pelaku usaha pertanian andal, kreatif.
Lembaga pendidikan vokasi juga harus menyiapkan professional dan mampu sebagai pengusaha pertanian milenial dengan semangat kompetisi tinggi di bidang usaha pertanian. (*)

 206 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?