Pendidikan Vokasi dalam Solusi Cetak Generasi Milenial Pertanian di Era Industri 4.0

Kebutuhan sumberdaya manusia dibidang pertanian menjadi peran penting di Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mencetak regenerasi yang melek akan era indrusi 4.0 di bidang pertanian. Adanya pelaksanaan Pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) memperioritaskan generasi milenial yang siap menghadapi perkembangan teknologi pertanian.

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Kementerian Pertanian menjadi point penting dalam menghadirkan para generasi milenial untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian. PEPI memiliki tuntutan untuk menyiapkan regenerasi di 34 Provinsi yang ada di Indonesia sebagai upaya penguatan SDM dari hulu ke hilir.

Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk segera mungkin menyiapkan regenerasi petani. Mentan menegaskan dalam rangka mendukung pembangunan pertanian diperlukan SDM pertanian yang berkualitas, andal, berkemampuan manejerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis, agar pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian tetap mampu membangun usaha tani yang berdaya saing tinggi.

“Upaya utama regenerasi SDM pertanian melalui pendidikan vokasi. Polbangtan dan PEPI sebagai pelaksana pendidikan vokasi merupakan kampus yang melahirkan generasi milenial yang tiada henti berinovasi sebagai modal mahasiswa ketika terjun ke masyarakat,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, optimis pendidikan vokasi Kementan dapat mencetak petani milenial yang berdaya saing tinggi, berkompetensi dan jeli melihat potensi pasar.
“Kementan harap institusi pendukung pertanian mampu menciptakan kandidat siswa yang siap bersaing dan ditempatkan dimana saja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Juga paham sistem agribisnis, sarana dan prasarana pertanian hingga faham bagaimana cara merawat alsintan,” katanya.

Dedi menambahkan, Kementan berharap terlahirnya alumni berkualitas dan bisa beradaptasi bahkan hingga membuka lapangan pekerjaan bagi petani milenial lain.
“Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, seperti IoT, Kementan harap para petani milenial mampu beradaptasi dan melakukan pengembangan yang berkaitan dengan dunia pertanian, untuk meningkatkan kualitas produk pertanian,” katanya.

Saat ini seleksi jalur umum telah melewati tahap wawancara yang dilakukan secara online melalui zoom meeting, diperoleh 158 camaba mengikuti test wawancara dari 199 orang yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi Administrasi.

Wakil Direktur III bidang kemahasiswaan, Andy Saryoko mengungkapkan harapanya dari 158 camaba yang telah menyelesaikan tahapan wawancara ada yang memiliki hasil baik sehingga dapat mengikuti tahapan selanjutnya yaitu test kesehatan hingga akhirnya dinyatakan lolos jalur umum.
“Tentunya kita berupaya memenuhi target untuk memperoleh regenerasi dari 34 provinsi, namun kita masih terus mengusahakan hingga nanti dijalur (Prestasi akademik, olahraga, seni, keilmuan dan minat (POSKM) yang akan dibuka pendaftaranya pada 25-30 Juni 2022” ujar Andy.

“Seleksi Jalur POSKM merupakan tahapan seleksi untuk menjaring milenial berprestasi sehingga harapannya dapat memberikan kontribusi lebih kepada institusi baik secara akademik maupun non akademik” tandas Andy. PEPI

 489 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?