Pemahaman Peta Bisnis Wujudkan Reformasi Birokrasi

Kementerian Pertanian menegaskan proses peta bisnis penting untuk tatanan administrasi pemerintahan yang baik. Dalam penyusunan peta proses bisnis menjadi salah satu faktor suksesnya pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Kementerian Pertanian, hal tersebut disampaikan Danang Rahadi Kasubbag Tata Laksana yang mewakili Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian dia ruang AOR Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Senin (07/12).
Dalam kunjungan lapangan dengan tema “Fasilitasi Penetapan Peta Proses Bisnis” yang dihadiri oleh Fungsional Analis Kementeri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Suluruh Jajaran Wakil Direktur, Fungsional Dosen dan Fungsional Umum Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia.
Pelaksanaan Penyusunan peta proses bisnis merupakan bagian dari penataan tata laksana yang dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem, proses, dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien dan terukur pada masing–masing instansi pemerintah.
“Peta Proses Bisnis adalah diagram yang menggambarkan hubungan kerja yang efektif dan efisien antar unit organisasi untuk menghasilkan kinerja sesuai dengan tujuan pendirian organisasi agar menghasilkan keluaran yang bernilai tambah bagi pemangku kepentingan,” ujar Danang.
Disampaikan jika poses bisnis yang berbelit-belit dan tumpang-tindih antara satu unit organisasi dengan unit organisasi yang lain akan membuat organisasi menjadi lambat untuk bekerja. Oleh karena itu, setiap unit organisasi memerlukan peta proses bisnis yang mampu menggambarkan proses bisnis yang dilakukan oleh organisasi dalam mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi.
Agar memudahkan proses bisnis tersebut Kementerian Pertanian dengan aplikasi telah membuat e-Probis sebagai upaya penyusunan peta proses bisnis untuk memastikan akurasi dan kelengkapan dari proses bisnis yang digambarkan sesuai dengan rencana strategis organisasi.
Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) merupakan Pendidikan Tinggi Vokasi Pertanian Lingkup Kementerian Pertanian. Pada tahun 2019 Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia resmi didirikan berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor: 28 Tahun 2019 tanggal 31 Mei 2019 dan penerbitan surat Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor: 663/KPT/I/2019 tanggal 2 Agustus 2019 tentang SK Izin Pembukaan Program Studi yang terdiri dari: 1) Teknologi Mekanisasi Pertanian, 2) Teknologi Hasil Pertanian, dan 3) Tata Air Pertanian.
Dengan visi Terwujudnya Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia yang unggul dan kompetitif untuk mendukung kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani tahun 2025, telah mempersiapkan peta proses bisnis guna mendukung tugas dan fungsi secara efektif dan efisien. Selain itu dapat dengan mudah mengomunikasikan baik kepada pihak internal maupun eksternal mengenai proses bisnis yang dilakukan untuk mencapai visi, misi, dan tujuan.
“Serta yang terakhir bertujuan untuk menjadi dasar pengambilan keputusan strategis terkait pengembangan organisasi dan sumber daya manusia, serta penilaian kinerja. Melalui pemetaan proses bisnis akan diperoleh jawaban mengapa struktur organisasi harus dibentuk,”
Sementara itu peta proses bisnis bermanfaat untuk melihat potensi masalah yang ada di dalam pelaksanaan suatu proses sehingga solusi penyempurnaan proses lebih terarah, serta memiliki standar pelaksanaan pekerjaan sehingga memudahkan dalam mengendalikan dan mempertahankan kualitas pelaksanaan pekerjaan.
Lebih lanjut disampaikan ruang lingkup penyusunan peta proses bisnis ini meliputi seluruh kegiatan di lingkungan instansi pemerintah pusat sesuai dengan dokumen rencana strategis dan rencana kerja organisasi. Dengan terbitnya Peraturan Menteri PANRB Nomor 19 Tahun 2018 tentang Penyusunan Peta Proses Bisnis Instansi Pemerintah, diharapkan agar setiap instansi pemerintah yang sudah menyusun peta bisnis proses dapat segera menyesuaikan dengan peraturan ini. Sementara bagi instansi pemerintah yang belum menyusun peta proses bisnis, dapat segera menerapkan kebijakan tersebut. (*)

 128 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?