Panen Raya di BPP Cibitung, Petani Kembali Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Mardison mengapresiasi para petani yang aktif berperan dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan kebutuhan pangan nasional
“Peran para petani tersebut dibuktikan melalui panen raya yang diselenggarakan di lokasi program Kementerian Pertanian (Kementan) Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukatani,” paparnya, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal itu ia sampaikan saat mengikuti kegiatan panen raya yang dilakukan Kelompok Kartamukti, Desa Kartamukti Kec. Cibitung, Bekasi, Jawa barat, Rabu(30/9/2020).
Menurut Mardison, selain peran dari para petani, panen raya itu juga tak lepas dari dukungan /stakeholder/ terkait. ” Panen raya ini hasil dari tanam serempak bersamaan dengan pencanangan GPOT yang didukung Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Bupati Kabupaten Bekasi, Juni lalu,” jelasnya lagi.

Pada kesempatan itu, Mardison juga bersyukur karena para petani mampu bertahan bahkan bisa terus berproduksi meski tengah dilanda pandemi Covid-19.
Keberhasilan percepatan tanam

Secara terpisah, Koordinator Penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cibitung, Sadih bersyukur atas keberhasilan kegiatan percepatan tanam.

Sadih mengakui, panen padi jarang mereka temui di Musim Tanam (MT) kedua. “Kalau tahun-tahun sebelumnya, lahan sering terdampak rob, jadi kebanyakan disini mundur jadwal tanam, bahkan terkadang mengistirahatkan lahan,” ujarnya.

“Kami sekarang mulai gunakan varietas Inpari 42, untuk mengantisipasi rendahnya produksi, soalnya disini sudah turun temurun petani gunakan varietas lokal,” tuturnya.
Sadih berharap, dengan menggunakan varietas unggul itu, dapat mendongkrak produksi para petani.Terkait hal itu, peningkatan provitas padi menjadi salah satu strategi mempersiapkan pangan.

Menurut dia penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari 42 mampu memberikan hasil lebih baik disbanding varietas lain yang pernah dicoba di lahan terdampak banjir rob ini.

“Hasil ubinan dilakukan di dua titik ini sangat menggembirakan, dengan hasil rata-rata produktivitas sekitar 9,79 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar,” jelasnya.

 5 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?