Milenial PEPI, Berani untuk Jadi Petani

Pemuda milenial diharapkan bisa menjadi generasi yang memiliki kemauan untuk bertani. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Hal tersebut dibuktikan oleh 71 orang mahasiswa Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) dengan menyelenggarakan Seminar pertanian perkotaan (urban farming) dalam mendukung kegiatan kostratani, di ruang Aula Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia jum’at (28/02)

Dalam seminar tersebut dihadiri Dr. Ir. Teddy Rachmat Muliyadi, MM yang merupakan ketua dari Pusat pelatihan pertanian pedesaan swadaya (P4S) Griya Seruni Mas. Dalam seminar tersebut beliau membahas tentang hidroponik sebagai media tanam dalam pertanian perkotaan.

“Hidroponik adalah Budidaya menanam dengan memanfaatkan air sebagai media tumbuh tanaman. Air sebagai media penghantar unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Dalam budidaya hidroponik terbebas dari pestisida, pemakaian nutrisi terukur”, ujar teddy.

Tahapan budidaya secara hidroponik diperkenalkan agar mahasiswa PEPI dapat lebih berminat dalam pemanfaatan lahan atau ruang untuk bertani secara modern serta memilih jenis tanaman yang dapat ditanam secara Hidroponik sehingga menguntungkan dan mudah diterapkan dalam dunia pertanian” jelasnya. Karena hidroponik merupakan salah satu teknik budidaya tanaman tanpa tanah atau soilless culture dengan menggunakan air sebagai penghantar nutrisi yg dibutuhkan tanaman.

Disisi lain, Ahmad Makmur dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten hadir mendampingi mahasiswa PEPI dalam melakukan praktik membuat sistem DFT (Deep Flow Technique) Hidroponik, mahasiswa diajarkan membuat rangkaian sistem hidropnik DFT dengan menggunakan alat dan bahan seperti : Pipa paralon, Besi Holo galpanis, mesin bor, mesin gurinda, dan lainnya.

Dalam praktik ini menjelaskan bahwa “sistem hidroponik DFT ini sangat ekonomis dalam hal biaya dan tidak membutuhkan space atau ruang yang banyak dalam peletakannya”. Diharapkan dengan “dilaksanakannya seminar dapat menimbulkan kreatifitas dan keterampilan mahasiswa dalam upaya mendukung program kementerian pertanian KOSTRATANI” ujar Ahmad.

Beliau menambahkan menjadi petani milenial tak harus bersentuhan langsung dengan tanah, karena dengan budidaya tanaman secara hidroponik ini air adalah media utamanya sebagai tempat tumbuh tanaman. Tanpa menggunakan tanah tanaman bisa tumbuh dengan baik sesuai dengan kebutuhan nutrisi yang diperlukannya.

 33 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?