Mentan SYL: Mahasiswa Kementan “You are on The Right Track”

SERPONG – Semangat diberikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, kepada para mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Menurutnya, pertanian harus didukung SDM berkualitas yang salah satu dicetak melalui Polbangtan/PEPI.

Mentan SYL menjelaskan, pertanian adalah garda terdepan dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran suatu negara. Pertanian juga memegang peran penting dalam pengembangan semua sektor, tak terkecuali pertumbuhan ekonomi.

Oleh sebab itu, saat kegiatan MABIDAMA (Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa Baru) Tahun Akademik 2021/2022 Politeknik Enjiniiring Pertanian Indonesia (PEPI), melalui teleconference di ruang Diorama Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Senin (6/9/2021), Mentan menyatakan bahwa mahasiswa Polbangtan ‘on the right track on the way’.

Menurutnya, pertanian hari ini, besok, dan masa depan, mahasiswa PEPI akan berperan menjadi orang-orang hebat dan menjadi petani keren. Mentan SYL menambahkan, petani yang memiliki intelektualnya terisi atau akademiknya, serta menjadi orang-orang yang bisa memanfaatkan sains, riset, dan teknologi yang maju serta dibutuhkan oleh negara bangsa ini akan hadir orang-orang yang bisa menggerakkan mekanisme untuk memperkuat produktivitas budidaya di pascapanen di hilirisasi industri.

“Menjadi mahasiswa yang baik harus dengan mentalitas yang buat salah satu mental yang harus ada adalah orang yang ada di PEPI. Para mahasiswa memiliki semangat untuk disiplin menjadi mahasiswa dan dapat menyerap ilmu sebaik-baiknya dan tidak hanya dalam terapannya juga bisa dilakukan,” tegas Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menjelaskan bahwa tujuan utama pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke dalam meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan ekspor.

“Harapan Bangsa seluruh penduduk Indonesia dimana pertanian ada di pundak kalian ada di pundak generasi milenial dan lulusan PEPI,” ujar Dedi Nursyamsi.

Mahasiswa PEPI harus siap untuk membekali diri selama 3 tahun selama 4 tahun belajar di PEPI.

“Kalian harus menguasai caranya menggenjot produksi, mengoperasionalkan alat-alat mesin pertanian, memelihara alat alat mesin pertanian agar yang efektif agar umurnya panjang agar bisa digunakan oleh siapa saja agar praktis”, tambahnya.

Dedi Nursyamsi juga menekankan bahwa produktivitas teknologi dan sarana prasarana termasuk mekanisasi pertanian itu dapat mengungkit produktivitas hingga mencapai 25%.

Kemudian yang kedua peraturan perundangan termasuk lokal sistem ini juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas 25%. Kontribusinya terhadap peningkatan produktivitas SDM pertanian.

“SDM pertanianlah yang mampu mengimplementasikan inovasi teknologi yang mampu menguasai ilmu engineering pertanian serta mampu memelihara pertanian mekanisasi pertanian selain itu juga SDM pertanian yang mampu memelihara seluruh sarana dan prasarana,” paparnya.

Secara teknis, Andy Saryoko, Wakil Direktur III PEPI, menjelaskan bahwa pelaksanaan MABIDAMA diikuti oleh 72 orang calon mahasiswa baru yang berasal dari 3 program studi diantaranya prodi Teknologi Mekanisasi Pertanian, Teknologi Tata Air Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian dimana setiap prodi berjumlah 24 calon mahasiswa.

Pelaksanaan MABIDAMA diselenggarakan 6-10 September 2021, bertujuan untuk membangun wawasan calon mahasiswa seperti wawasan kebangsaan, bela negara, pencegahan narkotika, dan pencegahan bencana alam.

Ia pun menambahkan bahwa kegiatan tersebut nantinya akan diisi oleh BNK, BPBD, Rindam Jaya, dan Satgas Covid 19 dll yang akan membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang tangguh.

 192 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?