Mahasiswa Politeknik Enjiniring Kementan Ikuti Aksi Donor Darah di Brigade Kavaleri 1/Limpung Alugoro

Tangerang— HUT ke 78 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) selenggarakan kegiatan donor darah karena info yang diterima stok darah di PMI Kabupaten Tangerang jumlahnya sangat terbatas tidak mencukupi untuk kebutuhan harian. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) ikut terpanggil dalam pelaksanaan donor darah, sebanyak 39 mahasiswa hadir di Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta Brigade Kavaleri 1/Limpung Alugoro, Senin (26/2/2024).

Suntara Wisnu Budi Hidayanta, Komandan Brigade Kavaleri 1/Limpung Alugoro menyatakan bahwa dalam rangka memperingati HUT Persit ke 78, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan salah satunya adalah donor darah ini.

Kegiatan donor darah ini juga sebagai sarana silaturahmi bagi sesama organisasi khususnya PEPI berlokasi di Kabupaten Tangerang. Dan yang tidak kalah penting adalah sebagai rasa syukur karena kita diberikan kesehatan. Untuk itu dengan donor darah kita berbagi kesehatan, ujarnya.

Disisi lain, Enrico Syaefullah wakil direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyatakan bahwa sebanyak 39 mahasiswa tersebut merupakan Mahasiswa Tingkat I dan Mahasiswa Tingkat II diantaranya Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian, Tata Air Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian.

“Kebersamaan PEPI dan Brigade Kavaleri 1/Limpung Alugoro dalam Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan untuk Indonesia Maju. PEPI juga terus mendorong daerah-daerah di Indonesia untuk mengawal jalannya panen raya tahun 2024”. Menurutnya, kegiatan panen raya akan memperkuat ketahanan pangan bangsa untuk beberapa bulan ke depan.

Hal senada juga disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam mengawal peningkatan produksi pangan dalam negeri, Kementerian Pertanian terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada petani Banten. Serta menggelar penguatan kapasitas penerap standar pertanian untuk kelompok tani di Banten.

Mentan mengatakan dengan penambahan ini para petani tak perlu risau akan ketersediaan pupuk karena saat ini dalam kondisi cukup. Dia berharap, petani hanya fokus pada peningkatan produktivitas untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Insya Allah petani tidak usah risau dan khawatir tentang pupuk. Alhamdulillah ini kabar baik untuk petani seluruh Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Mentan memperkirakan bahwa akan ada penambahan ketersediaan yang dihitung dari hasil produksi panen raya Desember 2023 hingga Januari 2024 sebanyak 3,5 juta ton sehingga produktivitas beras pada bulan Maret, April dan Mei 2024 dinilai masih cukup.(*)

 148 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?