Kontribusi Aksi Politeknik Enjiniring Kementan Antisipasi Perubahan Iklim

BOGOR – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian turut berkontribusi aktif dalam antisipasi perubahan iklim di sektor pertanian melalui forum kegiatan Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (PERHIMPI) yang berkolaborasi dengan Badan Standarisasi dan Intrumentasi Pertanian di Hotel Sahira Bogor, Kamis (18/1).

Kegiatan bertema Menggugah Generasi Muda Berkiprah dalam Antisipasi Perubahan Iklim di Sektor Pertanian bertujuan untuk menggugah generasi muda agar aktif berkiprah dalam upaya antisipasi terhadap perubahan iklim khususnya dalam sektor pertanian turut dihadiri oleh Pengurus PERHIMPI, beserta mahasiswa dan dosen dari beberapa kampus di Jawa Barat, diantaranya Departemen Geofisika dan Meteorologi Institut Pertanian Bogot, Fakultas Geografi Universitas Indonesia, Dosen dan mahasiswa Program Studi Tata Air PEPI, dan Sekolah Tinggi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong generasi muda khususnya mahasiswa untuk membantu pemerintah membangkitkan dan mengembangkan sektor pertanian nasional di Tanah Air.

“Ini saatnya pemuda bangkit mengembangkan pertanian bangsa,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa pertanian harus didukung generasi milenial sebagai tumpuan masa depan pertanian nasional.

“Kementan mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, minat generasi milenial pada sektor pertanian harus tumbuh secara cepat karena saat ini sudah menggunakan teknologi dan mekanisasi berbasis 4.0, dimana pertanian Indonesia sudah jauh lebih maju. Terlebih semuanya diolah secara modern serta menggunakan digitalisasi.

“Inovasi 4.0. ini ranahnya generasi milenial yang sangat terbuka dengan teknologi modern. Untuk itu kita lakukan pendampingan dengan cara meningkatkan ilmu pengetahuan mereka dari hulu hingga hilir,” kata Dedi.

Pada kegiatan tersebut 5 perwakilan generasi muda PEPI turut memberikan pandanganya terkait kontribusi generasi muda terhadap aksi perubahan iklim di sektor pertanian.

Rizma Fahrezi salah satu perwakilah generasi muda dari program studi Tata Air Pertanian. PEPI telah melakukan berbagai kegiatan riset dan pengembangan terkait perubahan iklim. Yang mana kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan solusi-solusi inovatif untuk mengatasi dampak perubahan iklim di sektor pertanian.

“Disisi lain PEPI melalui kolaborasi mahasiswa dan para dosen juga menerapkan berbagai teknologi dan inovasi yang ramah lingkungan di lingkungan kampus. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional kampus” ujar Rizma.

Direktur PEPI Muharfiza mengatakan sebagai insan pertanian, petani dan penyuluh wajib tahu dan paham apa yang harus dilakukan dalam menghadapi perubahan iklim. PEPI akan terus berkontribusi dalam upaya-upaya antisipasi perubahan iklim, baik melalui kegiatan edukasi, riset, maupun implementasi.

 74 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?