Kompeten, Alumni Perdana Politeknik Enjiniring Kementan Siap Mengabdi

Kementerian Pertanian memiliki komitmen dalam menghasilkan sumberdaya manusia pertanian yang unggul dengan mewadahi putra-putri terbaik untuk melanjutkan pendidikan pada lingkup Vokasi Petanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Komitmen tersebut diupayakan dalam bentuk penyediaan fasilitas Uji Kompetensi bagi mahasiswa. Uji kompetensi dinilai sangat penting bagi lulusan pendidikan vokasi sebagai bentuk penilaian kompetensi mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Hal ini sebagaimana arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), bahwa mahasiswa harus bisa menjadi pionir generasi petani milenial untuk membangun pertanian modern dan fondasi kesejahteraan petani.
“Kalian adalah pionir penentu kesejahteraan bangsa. Teruslah belajar karena saat ini kita harus mampu bersaing dengan negara luar,” ujar Mentan Syahrul.

Mentan Syahrul berharap, lulusan Polbangtan/PEPI menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul dan mampu menjadi pemimpin yang inovatif dan memiliki prinsip.

Sementara sebelumnya dilakukan uji kompetensi profesi terhadap mahasiswa tingkat akhir, PEPI bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pertanian berhasil dalam menciptakan pengakuan kompeten terhadap kompetensi 70 alumninya. 
Hal tersebut dilakukan atas arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, untuk terus meningkatkan kualitas SDM pertanian melalui proses uji kompetensi dan sertifikasi.

“Sertifikasi kompetensi diberikan melalui proses uji kompetensi yang sistematis dan objektif, yang mengacu pada standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional, dan standar khusus,” ujar Dedi.

Koordinator Asesor Yoga Sugama menuturkan ke 70 alumni perdana PEPI berhasil menyelsaikan proses sertifikasi yang di harapkan output utama dari kegiatan assessment ini adalah sertifikat profesi sehingga hal tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa lulusan telah diakui memiliki keahlian khusus sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Disisi lain sertifikat tersebut digunakan sebagai pendamping ijazah bukan hanya digunakan untuk kebutuhan mahasiswa sebagai job seeker, namun juga sebagai pengakuan kecakapan kompetensi bagi mereka yang berkeinginan untuk menjadi pengusaha tani milenial atau yang dikenal dengan job creator” ujarnya.

Direktur PEPI Muharfiza mengapresiasi hasil yang dicapai PEPI dalam menghasilkan lulusan perdananya yang dinilai kompeten oleh para asesor sesuai bidang program studi masing-masing sehingga harapannya setelah lulus ini mahasiswa dapat terjun di masyarakat.

“Kepada lulusan agar dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dan mengabdikan diri untuk kemajuan pertanian di Indonesia”tutupnya. 

 128 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?