Kementan Terapkan Teknologi Mekanisasi Pertanian Dalam Pendidikan Vokasi

Ditengah menghadapi ketidakpastian ditengah masa pandemi, generasi muda sebagai harapan bangsa dituntut kreatif dengan menggunakan teknologi sebagai celah untuk maju dan tumbuh, demikian disampaikan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pertanian-BPPSDMP Kementerian Pertanian.

“Eramu tersedia, era yang serba uncertain, tapi dengan tingkat kapasitas kritis dan kreatif, didukung behavior yang kuat, membutuhkan keringat, kaum muda bisa menjadi sukses menghadapi ini semua”. tegas Mentan.

Mentan Syahrul menyebutkan penguatan kompetensi diri generasi muda untuk bergelut pada teknologi adalah hal yang mutlak, dan sektor pertanian merupakan bidang yang memiliki celah untuk pengembangan produktif tersebut. “Pelemahan perekonomian akan terjadi, namun pertanian tidak, dikarenakan sudah menjadi bukti, pertanian sudah menyumbang 16,4 persen PDB pertumbuhan ekonomi dimana semua sektor turun kecuali kita”, tambahnya lagi.

Mentan memaparkan pembabakan fase, dimana pertanian kini bersiap memasuki gerbang digitalisasi industri 4.0 dan sedikit demi sedikit telah meninggalkan pola-pola lama yang dilakukan oleh para petani sebelumnya dan hal tersebut merupakan peluang berkreasi. “Pertanian dulu menghadirkan cangkul, itu industri babak pertama, dan ada traktor dan hand traktor, di era induatri kedua. Era ketiga ada teknologi informasi dan elektronik yang diterapkan pada sistem produksi, dan sekarang masuk industri 4.0, pemuda Indonesia harus masuk kesitu” tegas Mentan Syahrul.

Empat teknologi yang berkembang secara eksponensial di era kedepannya pada era industri 4.0 menurut Mentan Syahrul adalah, siapa yang menguasai teknologi maka akan mememenangkan persaingan, dimulai dari artificial intelegent, dimensional dan robotik, bioteknologi, nano-teknologi, dan sistem jaringan komputasi.

“Teknologi yang dapat diimplementasikan dalam pembangunan pertanian dapat ditemui pada kemajuan teknologi di era industri 4.0. Bertani besok jangan melihat dengan gaya yang kemarin, bertani besok menggunakan teknologi,” Kata Mentan.

Mentan kembali menjelaskan dengan mekanisasi seperti traktor tanpa awak, autonomous traktor, dan robot tanam padi yang kedepan akan digunakan dapat mengintervensi menjadi pertanian dengan mekanisasi yang kuat. Untuk mengembangkan Sumber Daya Pertanian generasi muda yang profesional, mandiri dan berdaya saing, Kementan mengusung berbagai program diantaranya Pendidikan dan Pelatihan Vokasi; Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP); Youth Enterpreneurship and Employment Support Services; Kostratani; Duta Petani Milleneal dan Duta Petani Andalan.

Pada kesempatan yang sama Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Mardison, ketika memberikan sambutan mengamini kekuatan sektor pertanian sebagai pendorong perekonomian bangsa Indonesia di tengah pandemi. “Bangsa kita saat ini sedang bertahan, dan saat ini yang mampu bertahan ditengah keterpurukan dunia, adalah sektor pertanian.” ucap Mardison.

Pembangunan pertanian ke depan berorientasi pada pertanian modern dengan tingkat efisiensi kerja dan daya saing yang tinggi. Salah satu wujud pertanian modern adalah dengan diterapkannya teknologi mekanisasi pertanian guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja sehingga biaya produksi rendah, mutu produknya tinggi dan mampu berdaya saing dengan produk impor.

Dalam rangka menuju pertanian modern, Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan serta fasilitasi alat dan mesin pertanian yang ditujukan untuk mendorong produktivitas produk yang dihasilkan oleh para pelaku usaha pertanian serta mendukung kegiatan pencapaian swasembada berkelanjutan khususnya padi, jagung, dan kedelai dengan pengelolaan melalui Poktan/Gapoktan/UPJA atau dalam bentuk brigade alsintan.

“Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) merupakan salah satu Pendidikan Vokasi dalam mendukung pembangunan SDM yang terintegrasikan dengan revolusi industri 4.0 guna menjawab tantangan global yang sedang dan akan terus berkembang dengan sangat cepat” Ujar Direktur PEPI Mardison.

Pendidikan tinggi vokasi di bidang enjiniring akan menyiapkan mahasiswa menjadi tenaga teknis yang terampil di bidang alat dan mesin pertanian, tata air pertanian dengan pengolahan hasil pertanian secara khusus dan pada bidang pertanian secara umum, diharapkan lulusan pendidikan tinggi vokasi di bidang enjiniring akan dapat mewujudkan sistem pertanian modern dari hulu sampai dengan hilir yang berkelanjutan dan menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing dengan nilai ekonomis tinggi. 

 25 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?