Kementan Tampilkan 18 Prototipe Karya Mahasiswa Politeknik Enjiniring

SERPONG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui pendidikan vokasi pertanian optimis dalam menghasilkan sumberdaya manusia pertanian yang mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi. Inovasi berbasis teknologi pertanian tengah di gencarkan Kementerian Pertanian dalam mendukung penguatan dan pengembangan produktivitas pangan Nasional yang diyakini dapat lahir dari generasi muda pertanian, khususnya lulusan pendidikan vokasi pertanian.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam peresmian Gedung kampus Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), PEPI hadir sebagai pendidikan vokasi yang mampu menjawab tantangan di era industry 4.0 agar mahasiswa memiliki kemampuan akademik dan keterampilan terapan yang baik serta budidaya perilaku pertanian akan terbangun dalam kehidupan mereka.

“Kita butuh 2,5 juta anak-anak milenial untuk menggerakkan pertanian. Sumber daya alam pertanian sudah tersedia banyak, yang kita butuhkan sekarang adalah SDM yang lebih kuat dengan terapan science, riset dan teknologi agar lebih efektif dan berkualitas dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri,” kata Mentan Syahrul.

“Setiap Inovasi yang dihasilkan merupakan potensi masa depan untuk membuka lapangan pekerjaan. Harapannya hasil penelitian dan rekayasa teknologi dapat diadopsi pada sektor pertanian dan sektor industri serta dapat dimanfaatkan untuk mendukung Program Strategis Kementan.” tambah Mentan Syahrul.

Disisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa pendirian PEPI adalah salah satu politeknik pertanian termuda diantara 7 Politeknik Pembangunan Pertanian lainnya dalam menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi, mengembangkan kelembagaan dan program studi bidang engineering pertanian.

“Juga meningkatkan mutu dan kompetensi sumberdaya pendidikan sesuai perkembangan IPTEK di bidang engineering pertanian, menjalin kemitraan dan jejaring kerja sama pendidikan nasional dan internasional, mengoptimalkan sistem manajemen administrasi pendidikan,” kata Dedi.

Menginjak 3 tahun berdiri, saat ini PEPI ini mempersiapkan lulusan perdananya, serangkaian kegiatan seminar hasil dan sidang kelulusan tengah dilakukan. Seminar hasil memamerkan 18 prototipe hasil karya tugas akhir mahasiswa PEPI. Oleh karena itu, PEPI optimis sebagai Pendidikan vokasi enjiniring pertanian pertama yang mampu menghasilkan SDM pertanian yang memiliki kemampuan teknis yang terampil dan mampu menghadirkan karya baru dibidang teknologi pertanian.

Beberapa prototipe yang dihasilkan mahasiswa diantaranya otomasi pompa pendorong, alat monitoring EC dan pH, prototipe sensor multikontrol, prototipe pinut air terkendali, prototipe data logger radiasi matahari, mesin pengering tipe ganda, soil moisture sensor berbasis esp32, roda besi bersirip, roda sirip lengkung dan lain lain.

Mendukung hal tersebut Direktur PEPI, Muharfiza menuturkan agenda selanjutnya akan digelar pameran dengan target sasarannya adalah industri yang terikat kerjasama dengan PEPI. “Selanjutnya karya 18 prototipe tugas akhir mahasiswa ini akan berkoordinasi kepada para Kaprodi agar memilih karya karya terbaik sehingga yang terpilih akan dipamerkan pada ajang pameran” ujar Muharfiza.

Mahasiswa PEPI diyakini dapat menarik minat industri untuk menyerap tenaga kerja serta dapat bersinergi dalam pengembangan protitipe tersebut untuk di perbanyak menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual untuk dipasarkan di industri alat mesin pertanian. Dengan ini seluruh stakeholder PEPI optimis bahwa lulusan perdananya dapat menjawab kebutuhan industri khususnya sektor pertanian.

 256 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?