Kementan Sosialisasi BPP Model KostraTani di BPP Sepatan dan Kaliasin

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan dan Kaliasin di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten mengikuti Bimtek Laporan Utama Kementerian Pertanian, pelatihan teknologi informasi (IT) dan manajemen data serta informasi pertanian yang digelar Kementerian Pertanian RI melalui Vcon jumat, (24/07).

Pelatihan dilaksanakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) untuk mendukung kesiapan BPP Sepatan dan Kaliasin menjadi BPP model KostraTani di bawah koordinasi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI). 

“Pembinaan BPP model KostraTani sesuai arahan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengacu pada instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa BPP di tingkat kecamatan merupakan locus pembangunan pertanian,” kata Tatang Wadir III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PEPI saat dihubungi di Kampus Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia.

Setelah dipastikan bahwa dua lokasi BPP binaan PEPI berlokasi dekat unit pelaksana teknis (UPT) Kementan,  Jaringan listrik, telepon dan internet menjadi syarat mutlak lantaran penyampaian data dan informasi terhubung online dengan Agriculture War Room (AWR).

“Pelatihan hari pertama, Jumat (24/7) fokus pelatihan IT maupun manajemen data dan informasi pertanian diikuti oleh seluruh penyuluh BPP Sepatan dan Kaliasin. Bimtek Laporan Kementerian Pertanian dilakukan pada hari yang bersamaan diikuti oleh penyuluh yang terdapat di BPP setempat.

“Penyuluh BPP Kaliasin menyampaikan terima kasih pada Kementan, karena penyuluh sudah dibekali pengetahuan IT online sehingga para penyuluh dapat melakukan pengisian data melalui aplikasi yang direkomendasikan,” kata Penyuluh BPP Kaliasin.

Tatang menambahkan BPP model KostraTani ke depan berfungsi menjadi pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan  pusat pengembangan jejaring kemitraan. 

“Selama ini peran tersebut belum optimal, karena itu melalui BPP model Kostratani maka tugas, fungsi dan peran BPP akan lebih optimal,” kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi pada video conference Mentan Sapa Petani dan Penyuluh [MSPP] di Jakarta, Jumat (24/7).

Langkah tersebut, merupakan implementasi rancang ulang (redesign) pengembangan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) untuk 2020 memanfaatkan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) pada BPPSDMP pasca pemotongan anggaran APBN 2020 terkait penanganan Pandemi Covid-19 terhadap 723 BPP di 19 provinsi, salah satunya BPP Patokbeusi. 

 3 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?