Kementan Jadikan BPP Pebayuran Model Kostratani

Kementerian Pertanian tidak henti-hentinya mendorong kehadiran petani milenial untuk mendukung pembangunan pertanian. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, saat mengunjungi BPP Kostratani Pacet, Cianjur, Jawa Barat. Menurut Dedi Nursyamsi, Petani milenial adalah penerus pembangunan pertanian di Indonesia. Keberhasilan pembangunan pertanian tergantung pada jumlah petani pengusaha milenial.

“Cianjur ini terkenal sebagai gudangnya petani milenial. Dan terbukti Cianjur sangat menonjol di bidang hortikultura. Itu semua dipelopori petani milenial. Banyak sekali petani milenial dari Cianjur,” katanya.

Dedi juga mengajak insan pertanian Cianjur untuk terus sama-sama mencetak petani milenial.

Hal tersebut disampaikan oleh Mardison Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia dalam kunjungan kerja di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pebayuran dengan percepatan konektivitas mengacu Permentan Nomor 7 tahun 2020. Pemerintah daerah, provinsi hingga kabupaten dan kota, wajib mengawal program utama Kementan dan dilaporkan melalui AWR Kementan.

BPP KostraTani dapat koordinasi secara live dengan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo untuk laporkan data dan pemantauan lapangan real time.”Gunakan segala peluang dan kemungkinan. Bisa pinjam dulu kecamatan. Usahakan dukungan dinas terkait dan lainnya.

“Negara kita sangat luas, perlu IT untuk menembus ruang dan waktu. Saat ini jika kita mau maka kita bisa terhubung langsung ke Papua dan Aceh. Makanya BPP harus diperkuat dengan IT dan terhubung dengan Agriculture War Room (AWR) di Kementerian Pertanian,” katanya.

Melalui AWR, setiap saat Menteri Pertanian bisa mengecek jumlah penyuluh, bentuk kantor, posisi geografis, atau program yang ada di sana apa saja. “Nanti semua bisa terlihat di database yang sedang kita bangun. Untuk menuju kesana kita akan bangun Model BPP Kostratani di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bekasi. Total ada 20 BPP di Kabupaten Bekasi yang akan menjadi Kostratani.

Mardison menambahkan dengan pelatihan yang diberikan, diberharapkan BPP Kostratani semakin siap menjalankan program-program utama Kementerian Pertanian juga program di BPPSDMP tentunya. Hal ini juga sejalan dengan Pembangunan Pertanian 2020.

“Karena kita harus menyediakan pangan, ingin petani sejahtera, dan pertanian harus mendukung ekspor. Makanya penyuluh harus bergerak menemani petani, dan kita dukung teman-teman BPP memanfaatkan lahan-lahan yang tersedia, termasuk lahan pekarangan, apalagi untuk memperkuat diversifikasi pangan lokal. Dan ini sejalan dengan keinginan Menteri agar kita terus tanam,” jelasnya.

 7 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?