Kementan Dorong Penguatan Karakter Milenial Lewat Orientasi Kepramukaan

Serpong- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui berbagai terobosan programnya terus berupaya membangun kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM). Terobosan tersebut dilakukan melalui program pembinaan milenial Kepramukaan yang merupakan wadah dalam mencetak generasi petani milenial yang professional, mandiri dan berdaya saing guna mewujudkan pertanian yang maju mandiri dan modern.
Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan menyelenggarakan kegiatan Integrasi Kewirausahaan dalam Kurikulum dan Kursus Orientasi Kepramukaan lingkup Lembaga Pendidikan Vokasi Kementerian Pertanian, Senin (22/11/2021).
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, Politeknik Kementan sebagai pelaksana pendidikan vokasi merupakan pabrik pencetak generasi milenial.
“Salah satu upaya untuk meningkatkan SDM Pertanian khususnya pelaku utama dan pelaku usaha adalah melalui kegiatan pendidikan vokasi,” ujar Mentan.
untuk itu, menurut SYL, panggilan akrab Syahrul Yasin Limpo, diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, andal, serta berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis, sehingga pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian akan mampu membangun usaha tani yang berdaya saing tinggi.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumbedaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi secara resmi membuka acara tersebut di Kampus Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia mengatakan, hadirnya pendidikan vokasi harus mampu menghadirkan lulusan yang qualified, artinya lulusan yang mampu menjadi job seeker maupun job creator.
“Seluruh kegiatan pertanian bisa disinergikan dengan merdeka belajar, dan pendidikan vokasi juga harus sinergi dengan program pramuka untuk sama-sama membangun milenial yang andal. Melalui program pramuka kita bina jiwa serta mentalitasnya agar mampu mencintai pertanian hingga ke relung hati serta menguasai keilmuan pertanian yang terasah melalui aktivitas penyuluhan, pendikan dan pelatihan vokasi” ungkap Dedi.
Orientasi kepramukaan dihidupkan kembali dalam pelaksana pendidikan vokasi sebagai suatu gerakan pendidikan informal yang bermaksud untuk menanamkan nilai-nilai dalam rangka pembentukan watak, kepribadian dan pekerti generasi muda yang handal di lingkup Lembaga pendidikan vokasi di Kementerian pertanian..
Kegiatan Orientasi kepramukaan berlangsung selama 3 hari 22-24 November 2021 ini turut melibatkan Pusdiklatnas Kwarnas, Kwarda Banten, Kwarcab Tangerang, seluruh UPT Pendidikan Kementan, dan Markplus Inc
Dengan pembinaan yang dikomandoi langsung oleh Kwartir Nasional diharapkan dapat memberikan output bagi civitas akademika dalam mendorong transformasi pembelajaran.

 65 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?