Jawab Tantangan Disrupsi Teknologi, Politeknik Enjiniring Kementan Susun Rencana Pembelajaran

KARAWANG – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang enjiniring pertanian dan teknologi.

Kondisi ini menjadi tantangan berat untuk dapat memanfaatkan momentum bonus demografi tersebut dengan menyiapkan penduduk usia produktif menjadi sumber daya manusia (SDM) yang mampu menghadapi akselerasi perkembangan teknologi.

Memperkuat pendidikan yang menghasilkan SDM terampil menjadi salah satu solusi PEPI melaksanakan evaluasi kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024 yang diselenggarakan tanggal 5-7 Februari 2024 bertempat di Brits Hotel Karawang, Jawa Barat.

Dalam memperkuat perencanaan pembelajaran PEPI menghadiri Narasumber diantaranya Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian, Muhammad Arsyad, Dosen UNHAS Muhammad Aswad dan Assessor BANPT, Era Purwanto, Kepala Pusat Pendidikan Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti serta Dosen dan Civitas Akademisi PEPI.

Pendidikan dan pelatihan vokasi akan semakin diperkuat seiring bergesernya strategi pembangunan dari pembangunan infrastruktur fisik menjadi pembangunan manusia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyatakan bahwa pihaknya bertekad mewujudkan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) sebagai universiatas berkelas dunia.

“PEPI akan menjadi Politeknik berkelas internasional dibuktikan dengan keseriusan Kementan menyiapkan pelaku-pelaku pembangunan pertanian yang handal dan unggul dan mampu berdaya saing tak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah dunia,” ujar Dedi.

Direktur PEPI, Muharfiza, mengatakan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan vokasi pertanian, PEPI melaksanakan evaluasi kegiatan pembelajaran semester ganjil dan persiapan kegiatan pembelajaran semester genap tahun akademik 2023/2024.

Pada pertemuan itu, Muharfiza menjelaskan jika ada beberapa rangkaian kegiatan persiapan pembelajaran sebagaimana dimaksud. Pertama, pembuatan jurnal ilmiah yang akan diterbitkan dalam dua edisi dalam satu tahun. “Jurnal ilmiah itu akan terbit setahun dua kali pada bulan Juli dan Desember.

Penerbitan jurnal ilmiah ini menjadi langkah penting, lantaran sebagai institusi pendidikan tinggi, PEPI memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dan pengabdian masyarakat.

“Dosen PEPI dapat memprioritaskan dalam pembuatan karya ilmiah/jurnal dan mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan pertanian Indonesia,” ujar Muharfiza.

Rangkaian kegiatan kedua berkaitan dengan proses pembelajaran itu sendiri. Pendidikan vokasi yang dapat berkontribusi bagi kemajuan pertanian Indonesia dan memberikan wawasan terhadap kemajuan pertanian Indonesia.

Muharfiza menyatakan poin yang ketiga adalah berkaitan dengan kebutuhan dosen, perkuliahan dan penyiapan dokumen-dokumen untuk keperluan assessment di lapangan terus dimatangkan.

“Dalam hal ini, perlunya SDM dosen yang kompeten dalam memperbaiki sistem pendidikan yang bertaraf internasional sesuai dengan visi PEPI”, tegas Muharfiza.

 138 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?