Jaring Anak Petani/Penyuluh Berprestasi Banten, Politeknik Enjiniring Kementan Sinergi dengan Dinas

TANGERANG— Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian kembali membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2024/2025. Skema penjaringan terdiri atas jalur Tugas belajar, Kerjasama, Undangan Petani dan Penyuluhan, Undangan SMK, Umum dan Jalur Prestasi.

Berbeda skema pada tahun sebelumnya sasaran utama menyasar pada anak petani dan penyuluh berprestasi dalam hal ini PEPI melakukan pedekatan pertemuan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang. Melihat potensi sektor pertanian di Kabupaten Serang cukup baik perlunya pengelolaan dari generasi milenial untuk terjun didalamnya.

Melalui Pertemuan tersebut PEPI yang dihadiri Direktur PEPI, Wakil Direktur dan jajarannya melakukan koordinasi kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk bersama menghadirkan generasi milenial dalam mengelola pertanian dimasa depan khususnya pengoptimalan alat mesin pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman akan menjaring anak petani atau masyarakat dari desa untuk menjadi penyuluh pertanian. Menurutnya, mereka tangguh sehingga tepat untuk menjadi penyuluh pertanian.

“Anak-anak dari desa itu sangat kuat dan tangguh. Mereka sangat tepat menjadi penyuluh pertanian. Kedepan, priorotaskan perekrutan mahasiswa dari desa atau anak petani,” ujar Mentan Amran.

Dalam kunjungan tersebut, Amran meminta Polbangtan/PEPI agar mampu menghasilkan penyuluh pertanian yang tangguh dan berjiwa agribisnis yakni pelaku usaha bidang pertanian sehingga menjadi motor penggerak pembangunan pertanian untuk mensukseskan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045.

“Kita ini negeri yang kaya, yakni negeri agraris. Masa depan pembangunan negeri ada di Polbangtan/PEPI. Kami ingin menemukan putra putri terbaik. Penyuluh pertanian adalah motor penggerak suksesnya pembangunan pertanian Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” kata Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi, pun mengamini. Ia menegaskan, mahasiswa Polbangtan/PEPI sudah seharusnya menjadi motor penggerak transformasi pertanian tradisional Indonesia menuju modern, sesuai kodratnya sebagai generasi milenial.

“Di tangan anak muda, pembangunan pertanian menjadi lebih cepat dengan berbagai potensi, daya kreativitas, kemampuan adaptasi teknologi, berpikir kritis, dan gebrakan inovasi yang dimiliki. Regenerasi petani itu adalah suatu keniscayaan regenerasi petani itu suatu keharusan, suatu negara yang telat, apalagi tidak melakukan regenerasi petani maka pembangunan pertaniannya akan terganggu,” kata Dedi.

Direktur PEPI, Muharfiza mengatakan penerimaan mahasisa baru jalur undangan anak petani dan penyuluh dikhususkan guna mecari potensi petani milenial pedesaan yang yang siap mrngrloa pertanian di desa dengan pemanfaatn berbagai teknologi. “Tentunya hal ini memerlukan keseriusan dan kerjasama berbagai pihak untuk menarik minat generasi milenial agar tertarik dan mau menekuni sektor pertanian” ujarnya.

Harapanya setelah koordinasi dengan dinas ini dapat menyebarkan promosi PEPI untuk menjaring petani milenial yang ada di pedesaan.

 268 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?