Jalin Kerjasama Dengan KITECH, Politeknik Enjinering KementanTerapkan Teknologi Pertanian

TANGERANG – Korea Institute of Industrial Technology (KITECH) kunjungi lembaga pendidikan vokasi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang berada di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai upaya kerjasama dalam bidang pengembangan teknologi pertanian, ruang Rapat PEPI selasa (14/5).

Project KITECH sejalan dengan dengan visi PEPI dalam mewujudkan sumber daya manusia pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing dibidang enjiniring pertanian serta berintegritas yang memiliki jiwa entrepreneur dan berwawasan industri 4.0.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan bahwa pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh SDM yang berkualitas. Lulusan SDM inilah yang telah dididik untuk menjadi petani milenial melalui pendidikan vokasi selama tiga tahun, salah satunya PEPI,” papar Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menekankan untuk menjadi negara maju, hal utama yang perlu digenjot adalah Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantapan pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak lulusan yang berkualitas baik sebagai job seeker, job creator maupun pengusaha pertanian milenial.

“Sementara qualified job seeker adalah petani milenial yang terampil dan menguasai pekerjaannya yang bisa ditempatkan diseluruh sektor dunia usaha dan industri pertanian,” ujar Kepala BPPSDMP Kementan ini.

Sangdae Lee, Mananging Director KITECH perkenalkan project yang berhubungan dengan teknologi pertanian bidang enjiniring, dimana dosen dan mahasiswa akan mendapatkan pelatihan atau bimbingan teknis dalam pengembangan pembelajaran dibidang teknologi enjiniring pertanian yang masih dianggap perlu dalam pengembangan SDM.

Direktur PEPI, Muharfiza menyatakan bahwa indonesia terkenal sebagai negara agraris karena sebagian penduduknya bekerja di sektor pertanian. Di dalamnya, petani merupakan pelaku utama dalam sektor pertanian yang berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Untuk mendukung hal tersebut PEPI sendiri terdapatnya masalah menahun diantaranya rendahnya minat regenerasi muda untuk terjun ke dunia pertanian terlihat dari statistik sebesar 61% petani berusia >45 tahun. Padahal, generasi muda adalah generasi penerus sekaligus kunci keberhasilan sektor pertanian.

“Padatnya penduduk dengan tingkat kebutuhan yang tingi menyebabkan lahan-lahan pertanian diubah menjadi perumahan dan gedung-gedung bertingkat. Produktivitas yang tidak seberapa ditambah dengan lahan yang semakin sempit menyebabkan perekonomian petani semakin terhimpit”, tegas Muharfiza.

Untuk SDM pertanian sendiri, menjadi tantangan pendidikan vokasi dalam menciptakan SDM yang kompeten, Skill dan kemampuan. Disisi lain transformasi dari konvensional menjadi modern agricultural. Hal tersebut merupakan tantangan dalam penerapan mekanisasi pertanian

Dengan adanya kerjasama KITECH, diharapkan terdapat risert antara KOREA dan PEPI, serta dibangun Teaching Factory dalam disiminasikan teknologi mekanisasi pertanian untuk di Masyarakat.

 154 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?