Dukung Regenerasi Petani, Politeknik Enjinering Kementan Buka Kesempatan Bagi Generasi Muda Berprestasi

SERPONG – Kementerian Pertanian, melalui Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), memberikan kesempatan pada putra putri terbaik bangsa untuk meningkatkan pendidikannya. Sebagai pelaksanan Pendidikan vokasi di bawah naungan Kementan, PEPI juga membuka kesempatan bagi anak petani untuk meningkatkan prestasinya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, berulang kali menegaskan diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, andal, serta berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis, sehingga pelaku utama dan pelaku usaha di sektor pertanian akan mampu membangun usaha tani yang berdaya saing tinggi.

“Salah satu upaya untuk meningkatkan SDM Pertanian, khususnya pelaku utama dan pelaku usaha, adalah melalui kegiatan pendidikan vokasi. Politeknik sebagai pelaksana pendidikan vokasi merupakan pabrik pencetak generasi milenial yang harus terus melakukan inovasi sebagai modal mahasiswa ketika terjun ke masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh insan pendidikan vokasi di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengoptimalkan pembangunan pertanian di daerah asal masing-masing.

“Sebagai alumni Polbangtan, para lulusan sangat diharapkan untuk membangun bidang pertanian Indonesia agar menjadi pilar utama pembangunan nasional,” tuturnya.

Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menilai pengembangan pendidikan vokasi menjadi kunci. Sebab lewat pendidikan vokasi ini bisa banyak lahir petani milenial.

Dijelaskan oleh Dedi, faktor pengungkit produktivitas adalah inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, serta kebijakan peraturan perundangan termasuk local wisdom, yang masing-masing kontribusinya sekitar 25%. Sedangkan yang paling besar adalah SDM yang kontribusinya mencapai 50% dalam produktivitas.

“Pembangunan pertanian belum cukup kalau hanya bicara inovasi, sarana dan prasarana, termasuk kebijakan peraturan perundangan. Yang utama adalah bagaimana kita meningkatkan SDM, sehingga mampu mengimplementasikan inovasi, sarana dan prasarana dengan baik dan benar, serta mampu mengusulkan kebijakan peraturan perundangan yang mendukung pertanian,” jelasnya.

Dedi mengatakan, output dari pendidikan vokasi adalah qualified job creator dan job seeker.

“Qualified job creator artinya petani yang mandiri, bahkan mampu membuka peluang kerja buat rekan-rekannya. Petani ini yang paling diharapkan dari pendidikan vokasi. Sementara qualified job seeker adalah petani milenial yang terampil dan menguasai pekerjaannya yang bisa ditempatkan diseluruh sektor dunia usaha dan industri pertanian,” terangnya.

Wakil Direktur III PEPI, Andy Saryoko, menyatakan institusinya membuka peluang besar bagi lulusan SMU/SMK untuk melanjutkan jenjang Pendidikan ke PEPI TA. 2022/2023.

“Pada tahun ini PEPI menyedikan kuota sebanyak 128 mahasiswa dengan komposisi jalur sebagai berikut: jalur undangan 60%, jalur umum 30%, POSKM 10%. Melalui jalur undangan PEPI, akan memperoleh mahasiswa dari anak petani berprestasi serta 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal),” ujar Andy Saryoko.

“Tentunya peluang besar bagi SMU/SMK ini untuk mendaftarkan lulusannya di jalur undangan lewat anak petani berpestasi dan anak dari petani berprestasi yang nantinya dapat menimba ilmu di politeknik kami. Dengan demikian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dengan jalur undangan diperioritaskan adalah anak petani berprestasi dan anak dari petani yang berprestasi, serta 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal), Nantinya putra putri terbaik tersebut akan mendorong pertanian agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menjadi tumpuan kekuatan perekonomian nasional,” tutup Andy.(*)

 

RILIS BPPSDMP – 16 JANUARI 2022
*0022/HUMAS

 585 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?