Dukung Pembangunan Pertanian di Kabupaten Tanggerang, Kementan Libatkan 71 Mahasiswa PEPI

Tanggerang – Apresiasi dan respon positif akan hadirnya generasi milenial dalam meningkatkan produktivitas pertanian semakin diperlihatkan berbagai pihak tak terkecuali pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Tanggerang. Untuk mendukung hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) turun ke lapangan melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL). Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk pengembangan SDM pertanian dalam meningkatkan kompetensi.

Aziz Gunawan selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang mengungkapkan “Kehadiran mahasiswa PEPI ditengah masyarakat tani sangatlah membantu terutama dalam melakukan kegiatan pertanian seperti membantu Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mensosialisasikan manfaat dan kegunaan alat mesin pertanian (alsintan) baik dalam operasional maupun dalam enjiniringnya”, terang Aziz.

Peran mahasiswa Polbangtan pada kegiatan PKL sangat penting, karena merekalah generasi penerus petani dalam kemasan petani milenial. Kualitas petani , menentukan kualitas pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan Kementan siap mengawal peningkatan kualitas SDM Pertanian, khususnya regenerasi petani dalam kemasan petani milenial.

“SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian”, ujar Mentan SYL.

Senada dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa cetak petani milenial melalui Lembaga Pendidikan Kementerian Pertanian itu penting.

“Oleh karena itu, Polbangtan, dengan berbagai upaya, terus meningkatkan kompetensi dan kualitas peserta didiknya, salah satunya melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL)”, kata Dedi.

71 Mahasiswa PEPI akan melangsungkan PKL I terhitung sejak Senin 7 Juni Hingga 7 Juli 2021 di Balai Penyuluh Pertanian setempat.

Mardison selaku Direktur PEPI berpesan bahwa menjadi mahasiswa PEPI memiliki konsekuensi tersendiri diantaranya harus dapat memaksimalkan perannya dalam menjunjung tridarma pengabdian masyarakat yang mampu mendorong, memaksimalkan, memasifkan dan meningkatkan peran BPP, menjadi konstratani yang merupakan pilar pertanian di tingkat kecamatan.

“Mahasiswa tidak hanya berpangku tangan di BPP melainkan dapat lebih aktif berpartisipasi, memanfaatkan dengan baik kegiatan PKL ini sebagai ajang pembelajaran dilingkungan masyarakat” Tegas Mardison.

Mardison berharap dengan hadirnya Mahasiswa PEPI yang akan melaksanakan PKL di wilayah ini dapat menciptakan inovasi-inovasi baru di sektor pertanian dan terjadi sinergi yang nyata dalam membangun kembali gairah petani, serta penyuluh dilapangan.

 325 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?