DPR RI Ajak Petani dan Penyuluh Tingkatkan Teknologi Produksi Padi

SERANG—Anggota Komisi IV DPR RI Nur’aeni mengapresiasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) – Kementerian Pertanian meggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Petani tahun 2021. Kegiatan ini dilaksanakan di Putri Kanaya Hotel Provinsi Banten (31/3).
Peserta bimtek yang hadir berasal dari penyuluh dan petani yang berasal dari 10 kecamatan. Dalam pelaksanaan bimtek tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Prov Banten Agus M Tauchid, Kepala Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, dan Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Mardison beserta Dosen dan narasumber pelaksanaan Bimtek.
Dalam sambutannya Nur’aeni menyatakan bahwa Provinsi Banten pada situasi seperti ini masyarakat akan membutuhkan kebutuhan pokok. Kekuatan sektor pertanian akan menjadi ketahanan pangan serta memastikan kekuatan stok bahan kebutuhan pokok. Diharapkan Petani dan Penyuluh Tingkatkan Teknologi Produksi Padi.
“Kita sedang menghadapi wabah yang merata di seluruh negeri dan berdampak juga di Provinsi Banten. Kita mengandalkan industri dan perdagangan yang masih dalam situasi pandemi Covid-19, yang berimbas kepada perekonomian,” ungkapnya.
Disisi lain, Kepala Dinas Pertanian Prov Banten Agus M Tauchid dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa Provinsi Banten yang berhasil naik ke peringkat sembilan (9) sebagai produsen beras terbesar Nasional, merupakan hasil dari langkah terobosan teknis di tingkat lapangan.
Dimana, beberapa langkah teknis tersebut yaitu keragaman teknis perbaikan varietas unggul Nasional mulai dari penggunaan varietas Ciherang, Inpari 32 dan Inpari 42. Kemudian keragaman teknologi pemupukan berimbang, serta penggunaan agensia hayati pada pengendalian hama terpadu.
Kementerian Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan beberapa langkah strategi dan kebijakan yang diterapkan antara lain mekanisasi pertanian modern untuk mempercepat proses olah tanah, tanam, serta panen, penggunaan bibit unggul dan pupuk berkualitas, asuransi pertanian serta program perluasan areal tanam baru. Ia menyebut sebaran daerah sentra produksi beras masih dominan di beberapa provinsi.
Setiap tahun harus ada terobosan baru dan langkah yang tepat di lapangan seperti penggunaan benih unggul, teknis budidaya dan panen yang baik, efisiensi input penerapan padi bebas residu, integrated farming menuju zero waste, mekanisasi, peningkatan Indek Pertanaman (IP) maupun Perluasan Areal Tanam Baru (PATB).
Hal itu dipertegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi bahwa beberapa program Kementan ini telah berjalan pada 2021 seperti mekanisasi, KUR, korporasi petani, perluasan areal tanam baru, IP400, kostraling, food estate, serta integrated farming menuju zero waste. “Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul, semua bermuara di satu tujuan untuk meingkatkan produksi tanaman pangan serta mensejahterakan petani. (*)

 816 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?