Datangi Politeknik Enjiniring Kementan, Mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Dikenalkan Tenologi Pertanian

TANGERANG – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) adalah perguruan tinggi di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kementan yang melaksanakan pendidikan vokasi serta memiliki tiga program studi yaitu D3 Teknologi Mekanisasi Pertanian, Tata Air Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian.

Sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Vokasi bidang Enjiniring Pertanian dan Teknologi, PEPI sambut kunjungan Mahasiswa/i Program Studi Bioteknologi Universitas Katolik Indonesia Atmajaya, Rabu (15/05/2024).

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menitipkan pesan kepada kampus vokasi BPPSDMP tentang pentingnya kualitas SDM Pertanian sebagai salah faktor kemajuan Pertanian Indonesia.

“Di Dalam sektor pertanian perlu diisi oleh SDM yang berkualitas. SDM inilah yang dididik untuk menjadi petani milenial melalui pendidikan vokasi,” papar Amran.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa pendidikan vokasi merupakan amanah dari Presiden Republik Indonesia dan dalam upaya melakukan akselerasi pengembangan terutama di sektor pertanian.

Sehingga jelas dari arahan tersebut pendidikan vokasi adalah sumber pencetakan dan peningkatan kompetensi SDM Pertanian untuk Indonesia Maju Mandiri dan Modern.

Direktur PEPI, Muharfiza menyatakan bahwa untuk terbentuknya SDM yang kompeten bidang enjiniring pertanian dan teknologi. Indonesia terkenal sebagai negara agraris karena sebagian penduduknya bekerja di sektor pertanian.

Mendukung target tersebut, PEPI memiliki tantangan diantaranya citra sektor pertanian yang tampak kotor dan miskin didasari oleh tidak adanya bukti kuat yang mengatakan bahwa bertani itu menjanjikan. “Hal tersebut membuat PEPI bangkit dengan teknologi pertanian modern karya dosen dan mahasiswa. Teknologi nantinya akan di pamerkan ke mahasiswa Program Studi Bioteknologi Universitas Katolik Indonesia Atmajaya sebagai komitmen PEPI dalam mendukung visi PEPI”, tegas Muharfiza.

Masuknya teknologi juga memiliki tantangan untuk kedepannya SDM Pertanian kompeten dalam pengoperasian.

“Alat mesin pertanian pada saat ini sudah tersebar di seluruh provinisi se-Indonesia baik dalam bentuk bantuan dari pemerintah untuk petani maupun milik kelompok. Dengan banyaknya alat mesin pertanian yang tersebar maka PEPI terus mencetak SDM dibidang Enjiniring pertanian untuk melakukan perbaikan jika alat pertanian tersebut terkendala”, ujar Muharfiza.

Mimpi yang diharapkan oleh PEPI dibawah Kementerian Pertanian, dapat berkoordinasi langsung ke petani, penyuluh yang ada di seluruh provinsi, tak hanya itu saja diharapkan alumni/mahasiswa PEPI memaksimalkan alat mesin pertanian tersebut dapat beroperasi dan dilakukan modifikasi sehingganya dapat dimanfaatkan oleh petani yang ada.

 162 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?