COVID 19, Mahasiswa PEPI Lakukan Pendampingan Penyuluh dan Petani

Dampak adanya Virus Covid-19 yang telah menjangkit di Indonesia, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Indonesia dalam status darurat kesehatan. Untuk itu, Pemerintah selalu menghimbau agar masyarakat untuk terus menjalankan protokol penanganan virus Covid-19, diantaranya dengan lakukan social distancing dan pembatasan kegiatan diluar rumah. Namun ini tidak menjadikan masyarakat kesulitan dalam mencari kebutuhan pangan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengatakan, masyarakat harus terus tercukupi kebutuhan pangannya karena ini yang menjadi kekuatan bangsa.”Di tengah serangan virus Covid-19 pertanian menjadi sumber kekuatan dan penyelamat bangsa”, kata SYL.

“Pembangunan pertanian tidak boleh berhenti, meski ada kejadian besar. Besok kiamat, kita harus tetap olah tanam. Besok mau mati kita harus tanam benih. Sektor pertanian harus tetap berjalan,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi saat jumpa pers menyikapi wabah virus Corona di Jakarta, Selasa (17/3).

Dedi menilai, peran pertanian sangat penting dalam penyediaan pangan bagi penduduk Indonesia yang jumlahnya mencapai 267 juta jiwa. Karena itu kegiatan pertanian tidak boleh delay (berhenti) dan ditangguhkan. “Kegiatan pertanian tidak boleh berhenti. Kita akan terus gerakkan melalui Kostratani,” tegasnya.

Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) merupakan Unit Pelaksana Teknis Lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian selaku penyelenggara pendidikan tinggi vokasi bidang pertanian dalam berbagai rumpun ilmu terapan untuk mendukung pembangunan pertanian.

Direktur PEPI Mardison S menyatakan Penyelenggaraan Pendidikan bertujuan menghasilkan Job Creator dan Job Seeker yang akan bermitra dengan dunia usaha/dunia industri/dunia kerja, dan lembaga terkait. Sistem pendidikan yang diberikan berbasis pada peningkatan keterampilan sumber daya manusia dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan keterampilan dasar yang kuat, sehingga lulusannya mampu mengembangkan diri untuk menghadapi perubahan lingkungan.

Disamping itu PEPI diharapkan mampu berkompetisi di dunia industri dan mampu berwirausaha secara mandiri. “Sejalan tuntutan peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang handal dan dengan terjadinya penyebaran wabah COVID-19 di Indonesia maka mahasiswa, dituntut untuk merealisasikan kegiatan akademik yang berkualitas dan relevan untuk membantu petani yang dalam kesulitan akibat dari penyebaran wabah COVID-19.

Pendidikan vokasi pertanian didesain sedemikian rupa dalam rangka memenuhi capaian kompetensi pembelajaran terutama ketrampilan umum dan khusus. Pencapaian kompetensi ketrampilan dapat dilakuan dengan pembelajaran langsung di lapangan. Salah satunya adalah Pendampingan Mahasiswa masa darurat COVID-19.

Disisi lain, mahasiswa pepi sudah dibekali dengan pengetahuan tentang mekanisasi pertanian merupakan komponen penting agar terwujudnya pertanian modern. Autonomous Tractor merupakan salah satu upaya konkret Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjawab tantangan mekanisasi pertanian tersebut.

Diharapkan mahasiswa dapat mendampingi penyuluh dan petani dalam pengoreasian dan perawatan yang perlu diketahui diantaranya implemen, roda, pengisian oli, enjine, bahan bakar, solar dan air pendingin. “Hal perlu diperhatikan bahan bakar, pelumasan, ASO (Air Solar dan Oli), awetnya peralatan pertanian dari perawatan rutin yang dilakukan sehingga alat tersebut dapat awet dan tidak mengalami kehausan dalam enjin”. Tegas Mardison.

 5 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?