Ciptakan Generasi Smart, Politeknik Enjiniring Kementan Ambil Peran Terapkan Smart Farming

Menyongsong revolusi industri 4.0, sektor pertanian memiliki peluang besar dalam mengembangkan pertanian modern dengan pemanfaatan teknologi cerdas. Menyikapi itu, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian ikut bagian bersama Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui research bersama dalam pengembangan teknologi Smart Farming yakni konsep pengelolaan pertanian yang terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi informasi. 

Smart farming yang dikembangkan adalah teknologi monitor kondisi lingkungan rumah tanaman. Sistem monitoring pertanian cerdas terpadu ini menerapkan teknologi elektronik dan internet untuk proses pemantauan secara langsung kondisi screen house dan green house. 

Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo sebagaimana dalam kerangka penjaminan ketersediaan pangan merupakan salah satu tujuan pembangunan pertanian yakni pengembangan smart farming di era digitalisasi.
“Smart farming ini suatu kebutuhan di era 4.0, di mana teknologi merupakan penopang untuk mengembangkan budi daya pertanian,” kata Mentan.

Mentan menjelaskan pentingnya penerapan smart farming. Hal ini karena pertanian saat ini dan ke depannya dihadapkan dengan tantangan besar yakni perubahan iklim dan pandemi covid 19. Menghadapi tantangan perubahan iklim bukan dengan cara-cara klasik, melainkan harus dengan smart farming karena perkembangan ke depannya kondisi lahan semakin sempit, jumlah penduduk semakin besar dan lainnya mengharuskan penggunaan teknologi yang smart.

Penjelasan lebih lanjut disampaikan pula oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.
“Saat ini Kita di era perubahan iklim Covid 19. Sendi-sendi kehidupan kita benar-benar terpuruk. Dalam kondisi demikian, bagaimana caranya produktivitas dan produksi pertanian terus meningkat. Karena, tidak mungkin jika produktivitas turun namun kita tetap  bisa eksis. Mau tidak mau, siap tidak siap, suka tidak suka, produktivitas harus naik. Solusinya adalah smart farming dan digitalisasi pertanian,” katanya.

Dedi menambahkan, Kementerian Pertanian punya kebijakan. Salah satunya ada di CB4, cara bertindak ke empat.
“Intinya, bagaimana kita mencapai kesejahteraan pangan adalah membangun smart farming di seluruh pelosok tanah air,” katanya.

Konsep Smart Farming diera terkini memberi jalan keluar bagi petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Alat monitor rumah tanaman ini didesain untuk memonitor secara real time kondisi lingkungan dalam green house maupun screen house diantaranya suhu lingkungan, kelembaban udara, intensitas cahaya, suhu media tanam dan kadar air media tanam.

Teknologi yang digagas oleh dosen ITERA ini sebagaimana PEPI ambil bagian untuk dikembangkan kembali dengan modifikasi yang lebih lanjut. Alat monitor rumah tanaman sebagaimana merupakan karya ITERA bersama PEPI untuk mendukung rumah tanaman dalam Kebun Raya ITERA yang di launcing pada 8 Juni 2022.

Budi Priyonggo, Calon Dosen PEPI yang turut andil dalam penelitian ini mengungkapkan cara kerja alat ini merupakan pendeteksi suhu lingkungan, kelembaban udara, intensitas cahaya, suhu media tanam, dan kadar air media tanam yang mana dipadukan dengan Internet of Things. “Tentunya kedepannya alat ini dapat berguna dalam memberikan informasi yang membantu petani dalam meningkatkan produksi pertanian” ujarnya.

“Konsep tersebut menjadi dasar menciptakan aplikasi mobile yang berbasis teknologi pertanian untuk membantu pencatatan sistem bertani, tentunya berguna pula dalam memilih pedoman budidaya, serta penanganan pertanian yang baik” tambahnya.

Direktur PEPI, Muharfiza menyambut baik informasi tersebut. Tentunya beliau mengharapkan peran sebagai calon dosen PEPI dapat memberikan angin segar dalam menghadirkan inovasi bagi mahasiswa PEPI.
“Saya berharap kiprahnya dapat dilanjutkan kembali, institusi kita merupakan sekolah keteknikan pertanian sehingga seluruh stakeholder dapat terlibat dalam mengimplementasikan sistem smart farming” ujar Direktur PEPI.

“Kita tidak bisa berdiri sendiri, kita harus mencermati perkembangan saat ini penuh dinamika oleh karena itu perlunya menyusun langkah-langkah yang sistematis baik dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat” tambahnya.

 385 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?