Bulan Suci Ramadhan, Bawang Merah di Demak Berlimpah

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memerintahkan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) segera bersiap dalam menghadapi bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2020. Hal ini untuk memastikan kebutuhan pangan di masyarakat cukup dan harganya terjangkau, termasuk bawang merah, bawang putih, hingga cabai.

“Saya minta kita kalian tentukan objek masalah di suatu daerah agar bisa memberi kontribusi lebih terhadap pangan rakyat. Karena itu, kita perlu menentukan metodelogi yang benar agar pasar berjalan dengan baik,” ujar Mentan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian ( BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi juga menegaskan Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen, Ini membuktikan pertanian tidak berhenti.

Lanjut Dedy Nursyamsi, Para penyuluh tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen dan pemprosesannya berjalan dengan baik, jangan sampai ada pangan yang tertahan.

Hal senada disampaiakan Maulida Rahmasinta Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian menyampaikan bahwa Sejumlah Petani di Demak, Jawa Tengah saat ini sedang menggelar panen bawang merah secara besar-besaran. Hasil panen kurang lebih 2 Ton, hasil kotor Rp 25.000 X 2000 kg = Rp 50.000.000. Kemudian Rp 50.000.000 dikurangi biaya mulai pengolahan tanah, penanaman, perawatan, insektisida, pupuk, biaya panen dan pasca panen kurang lebih Rp 25.000.000. Jadi keuntungan yangg diperoleh Rp 25.000.000 dalam waktu 2 bulan bawang merah.

Maulida yang selama masa pembelajaran daring on-line Learning From Home (LFH). Beliau juga melakukan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya sehingga kepercayaan dan kematangan dirinya dengan melakukan pendampingan kepada petani, penyuluh dan kostrada yang ada di Desa Kuwu Dempet Demak Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan keseharian Maulida dalam hal perawatan bawang merah ini meliputi pemupukan pertama 15 hari setelah tanam, 21 hari setelah tanam, 28 hari setelah tanam. Diawali dengan pemupukan dasar pada awal tanam. Pupuk yang digunakan yaitu NPK Ponska 50 Kg, Za 50 Kg, NPK KNO3 Merah 30 Kg, NPK Putih 30 Kg. Pra tumbuh menggunakan pupuk Goal 100 ml, Detane 1 Kg, Amistar Top 500 ml, Perkat/Bestmore l L ( fungisida), buldox 1 Liter, Ammate 300ml ( Insektisida ) , SP36 50Kg, Kompos 1000kg , KCL 50 Kg, Dekamon 1 Liter.

Maulida menambahkan dengan pelaksanaan pendampingan tetap menerapkan Protap Covid-19 yang selalu di himbau oleh pemerintah daerah yang serta para penyuluh dan petani kecamatan Demak. “Sehingganya saya yakin bahwa wabah virus corona tidak membuat petani dan penyuluh diam diri dalam menghadapi kebutuhan pokok yang ditunggu oleh masyarakat Indonesia”, Tegas mahasiswa PEPI.

 3 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?