Buka Peluang Bisnis Teknologi Pertanian, Politeknik Enjiniring Kementan Hadirkan Pakar Pada Millennial Agriculture Forum

Serpong- Sebagaimana kebijakan Kementerian Pertanian untuk keterlibatan generasi muda dalam kewirausahaan sektor pertanian menjadikan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Millennial Agiculture Forum (MAF) Vol. 4 Edisi 2 bertajuk “Agrotechnopreneurship as a Solution to Support The Power of Indonesian Economic”.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menegaskan transformasi pembangunan pertanian berbasis penguatan petani milenial dan digitalisasi diperlukan untuk merubah pertanian tradisional menjadi pertanian modern agar lebih efisien juga dapat memanfaatkan peluang yang ada sehingga mampu berkompetisi serta memberikan pendapatan bagi sektor pertanian.
“Generasi milenial berpotensi menjadi wirausahawan muda pertanian, karena memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi atau fleksibel, kreatif, melek teknologi, empati dan mampu berpikir kritis. Generasi ini diharapkan tidak hanya menjadi job seeker melainkan mampu menjadi job creator” ujar Mentan Syahrul.
Senada dengan Mentan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan MAF yang mengangkat tema Agrotechnopreneurship ini.
Di hadapan ratusan petani serta calon petani dan pengusaha pertanian yang hadir, Dedi mengungkapkan regenerasi petani adalah suatu keharusan dan merupakan hal yang mesti.
“Pertanian tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan sendiri melainkan juga ditujukkan untuk memperoleh uang sebanyak-banyaknya. Pertanian harus dilakukan secara bisnis. Regenerasi petani, dari kolotnial ke milenial itu merukapakan keniscayaan” Ujar Dedi
.
Dedi menegaskan bahwa salah satu capaian Kementan dalam pembangunan pertanian adalah meningkatnya petani milenial dengan rentang usia 16-39 tahun.
Keterlibatan generasi muda bukan tanpa alasan, semakin masifnya penerapan teknologi digital di dalam sektor pertanian Indonesia menjadi penarik minat generasi muda.
“Saat ini kita berada di era digital dan salah satu peluang di mana kemudian para petani melenial ini akan menjadikan teknologi digitalisasi sebagai salah satu peluang usaha. Maka manfaatkanlah dengan baik peluang tersebut,” pesan Dedi.
MAF kali ini menghadirkan narasumber dibidangnya, Eko Jumantoro General Manager PT. Yanmar Diesel Indonesia, Toni Liwang Anggota Komite Penelitian dan Pengembangan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Teguh Gumilang Founder (Teguh Gumilang Indonesian Farmer).
Salah satu narasumber yang merupakan pengusaha muda pertanian, Teguh Gumilang mengatakan anak muda harus pengubah pola pikirnya yang semula menganggap petani itu kontor menjadi petani merupakan panggilan hati. dengan merubah pola pikir tersebut, maka prinsipnya adalah selama orang butuh makan bisnis pertanian akan tetap jalan.
“Kita punya bonus demografi, ketika populasi meningkat maka jumlah kebutuhan bahan makanan juga akan meningkat. Oleh karena itu generasi muda harus memiliki kemampuan dalam mengelola suatu usaha di sektor agribisnis dan agroindustri melalui pemanfaatan teknologi, serta mengedepankan inovasi dalam upaya pengembangan bisnisnya” ujar Teguh.
Dengan meningkatnya pengetahuan dalam penggunaan alat mesin pertanian maka produktivitas hasil pertanian akan meningkat pula. Melalui kegiatan MAF ini Kementan berupaya membuka mata generasi muda bahwa sektor pertanian sangat mengasikkan bagi generasi milenial dan menjanjikan secara ekonomi.

 182 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?