Aplikasikan Ilmu, Kementan Terjunkan 70 Mahasiswa PEPI Dampingi Penyuluh dan UPJA di Pulau Jawa

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menerjunkan 70 mahasiswa untuk damping penyuluh dan Unit Penyedia Jasa Alsintan (UPJA) pada kegiatan Praktik Kerja Lapangan I. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan Sumberdaya Manusia Pertanian yang tangguh dalam menghadapi gempuran teknologi era 4.0.

Tidak bisa dipungkiri bahwa generasi milenial menjadi estafet penentu kemajuan pertanian di masa depan. Oleh karena itu Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong seluruh mahasiswa di berbagai perguruan tinggi nasional untuk terjun langsung membantu pemberdayaan masyarakat.

Menurut Mentan Syahrul, mahasiswa memiliki peran penting dalam membuat suatu terobosan dan inovasi yang tidak biasa untuk kepentingan masyarakat Indonesia.”Kami berharap mahasiswa mau turun ke lapangan. Konsepnya sudah ada dan kita juga punya ilmunya. Hanya saja perlu dilakukan pendekatan yang tidak biasa. Ini adalah salah satu solusi untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Demikian halnya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa lulusan pendidikan tinggi vokasi di politeknik seharusnya didorong bukan hanya dapat ‘bekerja’, karena peran ini sekarang telah diambil alih oleh akademi lomunitas. Orientasi profil lulusan pendidikan tinggi vokasi perlu dibenahi kembali dan disempurnakan dengan menyertakan postur sebagai ‘job creator’ yang ‘sadar’ dan ‘faham’ akan keunggulan daerahnya.

Lulusan pendidikan tinggi vokasi selain dituntut dapat bekerja dengan kompeten namun harus juga dapat berperan sebagai ‘agen pejuang kedaulatan’ yang memiliki kemampuan entrepreneurial.

Pada jenjang pendidikan tinggi vokasi lulusannya juga harus menjadi trend setter dalam menjawab berbagai aspek tantangan bangsa.

PEPI pun siap menerjukan 70 mahasiswanya untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dengan membantu memecahkan masalah yang ada di petani/kelompok tani di sekitar tempat tinggalnya.

Adi Prayoga, Wakil Direktur I bidang Pendidikan mengungkapkan Sejumlah 70 orang mahasiswa tersebar di pulau Jawa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan I mulai dari 11 Juli hingga 5 Agustus 2022. “kita pahami bahwa mahasiswa perlu pemahaman real kondisi lapang oleh karena itu kami bekali mahasiswa dengan kompetensi teknis seperti pengoperasian dan perawatan alat mesin pertanian untuk membantu para penyuluh beserta UPJA” ujarnya.

“Harapannya mahasiswa dan penyuluh mampu bersinergi secara baik di lapangan sehingga dapat saling berkolaborasi memecahkan masalah pertanian. Selain itu peran mahasiswa di lapangan juga mampu sebagai role model generasi milenial yang mulai terjun ke lapangan sehingga mampu menggerakkan masyarakat dalam memberdayakan petani- pengusaha pertanian dan pedagang pertanian, serta mendampingi petani untuk memecahkan masalah” tambahnya.

 296 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »
Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?