Andalkan Mekanisasi, Mahasiswa PEPI Modifikasi Mesin Parut Kelapa Mini

Serpong – Kementerian Pertanian (Kementan) menggerakkan generasi milenial yang menjadi bonus demografi Indonesia di masa depan guna mendorong pembangunan pertanian. Untuk itu, Kementan terus memfasilitasi generasi milenial agar bisa terjun menjadi petani serta wirausaha pertanian, salah satunya dengan mengoptimalkan mekanisasi pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan mekanisasi pertanian merupakan salah satu komponen penting dalam pertanian modern dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan. Bahkan kemajuan teknologi mekanisasi pertanian akan menjadikan pertanian jaya sehingga Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dapat diwujudkan.

“Yang bisa merubah dunia adalah teknologi, yang merubah pertanian adalah mekanisasi. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi milenial bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemik ini,” jelas Mentan SYL.

Di kesempatan berbeda Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan ada dua faktor penentu menuju modernisasi pertanian, yakni infrasturktur dan sumber daya manusia (SDM) yang handal. “Saat ini Kementan khususnya BPPSDMP fokus pada pengembangan SDM yang handal melalui pelatihan dan pendidikan, termasuk salah satunya melalui Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI)”, terang Dedi.

Dedi pun bertekad menciptakan PEPI sebagai universitas kelas dunia. Materi pembelajaran didominasi praktek langsung di lapangan (70 persen praktek lapangan, 30 persen materi) sehingga menghasikan SDM yang terampil dan kompeten di bidang mekanisasi pertanian.

Salah satu bentuk kreatifitas mahasiswa/mahasiswi PEPI adalah modifikasi mesin parut kelapa mini. Athoillah Azadi selaku dosen Teknologi mekanisasi pertanian menyatakan sebanyak 30 buah mesin parut kelapa mini telah dihasilkan dan nantinya akan dipamerkan dalam event tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP yaitu The 2nd Millenial Indonesia Agropreneurs (MIA) Expo yang dilaksanakan di Ambarukmo Plaza Yogyakarta pada tanggal 12 – 13 Juni 2021.

Athoillah menambahkan bahwa modifikasi mesin parut kelapa dengan ukuran yang kecil tersebut diharapkan lebih praktis digunakan dalam skala rumah tangga. “Mesin Parut kelapa mini memiliki bobot berkisar 1 kg ini. berukuran 210×190 cm, harga yang terjangkau oleh kalangan rumah tangga. Cover mesin dari Stainless Steel 304 diharapkan dapat tahan korosi yang mengandung kromium 10,5% diyakini tahan air.

Ditambahkannya penggunaan daya listrik juga berpengaruh menjadi relatif kecil sehingga cukup ekonomis digunakan dirumah tangga. “Penggunaan mesin parut kelapa ini tergolong sangat mudah dan aman, karena cukup injak di pedalnya maka kecepatannya dalam memarut bisa disesuaikan”, tegas Athoillah.

 150 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?