Alumni Polbangtan/PEPI Kementerian Pertanian Persiapkan Optimalisasi Lahan Rawa

Tangerang— Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian menuju kemandirian pangan salah satunya dengan optimalisasi pemanfataan lahan rawa sebagai lahan pertanian. Program tersebut tentunya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, penyuluh dan petani khususnya petani muda.

Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) sebagai pabrik pencetak petani muda memiliki keterlibatan dalam menjawab tantangan di sektor pertanian. Sebanyak 15 orang Alumni Polbangtan/PEPI ikuti Bimbingan Teknis optimalisasi pemanfaatan lahan rawa sebagai upaya peningkatan produksi pangan.

Program optimalisasi pemanfaatan lahan rawa dicanangkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai salah satu upaya untuk mendukung swasembada pangan di Indonesia.

Amran mengatakan optimalisasi lahan rawa adalah bagian dari komitmen pemerintahan Jokowi-JK untuk menjaga kebutuhan pangan dengan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Pertama, kita perbaiki tata kelola air dan perbaikan infrastruktur irigasi yang menjadi hal krusial dalam pengelolaan lahan rawa. Kita bentuk brigade, ada combine harvester, excavator, traktor, dan lain-lain. Saya mau pemuda-pemuda yang mengelola. Nanti bagi hasil sehingga pemuda untung, petani pun untung,” jelasnya.
Untuk optimasi lahan rawa, imbuhnya, difokuskan pada perbaikan infrastruktur air dan lahan yang diharapakan menjadi lahan pertanian produktif.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi memastikan keterlibatan petani muda untuk terjun langsung dan berpartisipasi aktif dalam mendukung terlaksananya program ini.
“Penggerak utama dari program ini adalah petani muda. Tetapi bukan berarti petani tua tidak dapat terlibat. Justru melalui program ni akan terjadi kolaborasi antara berbagai pihak, namun penggeraknya adalah petani muda. Dalam hal ini alumni Polbangtan dan PEPI turut serta akan terjun ke lapangan mendukung pelaksanaan program ini.” jelas Dedi.

Direktur PEPI, Muharfiza mengatakan Keterlibatan Alumni Polbangtan/PEPI/SMKPP dilakukan, dengan terlebih dahulu melakukan bimtek, dengan materi Teknisi dan operator alsintan, Manajemen korporasi, Budidaya aneka komoditas lahan rawa, dan Pengenalan budaya dan lokasi.

“Kegiatan bimtek diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 21- 23 Februari 2024 agar para alumni yang nantinya terjun ke lahan rawa dapat memahami betul lanskapnya. ”Fokusnya adalah alat mesin pertanian, Para alumni dikhususkan untuk pemahaman tractor roda 4. Baik pengoperasian, K3, Maintanance, trouble shooting, perawatan dan perbaikan sehingga mahasiswa tidak akan terkendala pada saat dilapangan” ujarnya.

Program terobosan Kementan berkolaborasi dengan Imam Corp (Indonesian Modern Agriculture for Millennial), merupakan korporasi besar yang nantinya dikelola dengan para milenial. Lokasi pengembangan IMAM Coprs terdiri atas Kecamatan Tanjung Lago dan kecmatan Muara Telang dengan gambaran lokasi Topografi 80% datar, berupa lahan rawa pasang surut.

 248 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?