Awal Tahun 2024, Kementan Tawarkan Peluang Bisnis Sektor Pertanian

SERPONG – Potensi bisnis sektor pertanian terbuka lebar untuk generasi muda dan hal ini harus dimanfaatkan. Hal ini dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, Jumat (5/1/2024) saat kuliah umum di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian.
Kuliah umum yang bertema “Peluang Bisnis Pertanian Di Masa Depan” turut dihadiri oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti, civitas akademika PEPI dan Polbangtan Bogor.
Adanya kuliah umum bertujuan untuk menciptakan pemahaman generasi milenial mengenai potensi bisnis di sektor pertanian dari hulu sampai hilir, mulai dari penerapan inovasi dan teknologi pertanian, pemanfaatan big data, hingga diversifikasi produk pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meyakini bahwa pertanian bukan hanya sebuah bisnis yang menjanjikan namun juga sebagai fondasi utama keberlanjutan ekonomi. Mentan mengajak Generasi muda untuk mengubah paradigma pertanian adalah sektor yang menjanjikan.
Berbagai program pun dilakukan untuk mengubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan, terlebih di tengah pandemi saat ini.
“Generasi Z juga harus bisa mengikuti perkembangan dari zaman, harus berani menjadi petani yang modern atau mendirikan start-up pertanian,” ujar Mentan Amran.
Dedi Nursyamsi mengatakan petani milenial dan agribisnis turut andil dalam keberlangsungan sektor pertanian. Kementerian Pertanian melalui Badan SDM Pertanian membangun petani pengusaha pertanian melalui program pendidikan vokasi.
“Pendidikan vokasi wajib hukumnya mengahsilkan petani milenial yang adaptif, kreatif, melek teknologi, empati, dan mampu berpikir kritis. Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” ujar Dedi.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan generasi milenial memiliki potensi besar untuk menjadi wirausahawan muda pertanian.
“Untuk membidik bisnis yang tepat bagi kalangan milenial tentunya harus melihat peluang pasar, melihat ketersediaan sumber daya alam, sarana prasarana dan akses permodalan yang dapat kita lakukan seoptimal mungkin” ujar Santi.
Santi mengajak generasi milenial untuk menjadikan peluang bisnis di sektor pertanian sebagai wahana untuk mewujudkan kedaulatan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, mewujudkan lulusan Polbangtan PEPI menjadi job creator dan job seeker dibidang pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan nasional dan daya saing pertanian.

 45 total views

Translate »
Accessibility
Open chat
Perlu Bantuan?
Selamat Datang di website PEPI.
Ada yang bisa Kami Bantu?