43 Camaba Lulus Administrasi, 1 April 2021 Buka Jalur Umum

Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Tahun Akademik 2021/2022 mengumumkan 43 Calon Mahasiswa Baru lulus seleksi administrasi dan wawancara jalur undangan dan tugas belajar dan melanjutkan seleksi tes kesehatan penerimaan mahasiswa baru.

Hal tersebut disampaikan Tatang Suryadi selaku Wakil III Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) bidang kemahasiswaan dan alumni. 43 Mahasiswa baru tersebut akan menjalani tes kesehatan selama dua hari mulai tanggal 22 s.d 23 Maret 2021, lokasi tes Kesehatan dilaksanakan di lokasi masing-masing dengan rekomendasi rumah sakit yang terdapat pada lampiran atau dapat mencari rumah sakit lainnya.

Calon mahasiswa baru yang lulus seleksi administrasi dan wawancara jalur undangan dan tugas belajar. Provinsi yang terjaring dalam penerimaan mahasiswa baru berasal dari 2 orang dari Prov. Aceh, 1 orang dari Prov. Bali, 6 orang dari Prov. Banten, 2 orang dari Prov. D.K.I. Jakarta, 1 orang dari Prov. Gorontalo, 1 orang dari Prov. Jambi, 8 orang dari Prov. Jawa Barat, 3 orang dari Prov. Jawa Tengah, 3 orang dari Prov. Jawa Timur, 1 orang dari Prov. Kalimantan Barat, 1 orang dari Prov. Kalimantan Selatan, 1 orang dari Prov. Lampung, 1 orang dari Prov. Nusa Tenggara Timur, 1 orang dari Prov. Papua Barat, 2 orang dari Prov. Riau, 1 orang dari Prov. Sulawesi Barat, 1 orang dari Prov. Sulawesi Selatan, 1 orang dari Prov. Sulawesi Tenggara, 1 orang dari Prov. Sumatera Barat, 3 orang dari Prov. Sumatera Selatan dan 2 orang dari Prov. Sumatera Utara.

“Dari 43 Calon Mahasiswa Baru lulus seleksi administrasi dan wawancara jalur undangan dan tugas belajar terbagi dari 40  orang lulus dari menggunakan Jalur Undangan Siswa Berprestasi dari SMA/SMK PP Binaan Kementan, 1 orang lulus dari jalur Undangan Anak Petani yang orang tuanya berprestasi, 1 orang jalur Undangan Prasejahtera dan 3T dan 1 orang jalur Tugas Belajar”, Tegas Tatang Suryadi.

Diharapkan lulusan PEPI dapat menggantikan 70% dari jumlah petani kita masuk kategori kolonial yaitu umurnya di atas 40 tahun. Diperkirakan 5 hingga 10 tahun mendatang, banyak petani kita yang bisa disebut masuk pada fase tidak produktif atau berusia di atas 55 tahun. Makanya regenerasi mutlak dilakukan mulai saat ini juga,” katanya.

Ditambahkannya, berdasarkan tingkat pendidikan, 74% petani Indonesia merupakan lulusan SD, tidak SD, bahkan tidak sekolah.

“Sangat sedikit sekali yang lulus SMP, apalagi SMA dan perguruan tinggi. Sedangkan untuk pembangunan pertanian perlu didukung SDM pertanian yang maju mandiri dan modern, tentunya ini bisa didapatkan di bangku pendidikan vokasi,” terangnya.

 632 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?