20 BPP Kostratani di Bekasi Terhubung AWR

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menginstruksikan sedikitnya 3.000 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) telah terhubung ke pusat data pertanian, Agriculture War Room (AWR) di Jakarta, Senin (22/8). Instruksi tersebut dilaksanakan oleh 23 BPP di Kabupaten Bekasi pada Jumat (24/8) memenuhi tenggat waktu (deadline) dari Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.
Berkenaan dengan hal tersebut Politeknik Enjininiring Pertanian Indonesia (PEPI) selaku supervisi, pemantauan dan evaluasi terpadu program dan kegiatan pembangunan pertanian. Serta mengarahkan program atau kegiatan di Kostrada dan Kostratani agar efektif, efisien, dan terkendali.

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Mardison bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi laksanakan sosialisasi Laporan Utama Kementan yang dihadiri oleh 13 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang berada di Kabupaten Bekasi.

Mardison menyatakan bahwa sebelumnya sudah dilakukan bertransformasi sebanyak 7 BPP menjadi BPP Kostratani dan sudah terkoneksi dengan Agriculture War Room (AWR) di Kementerian Pertanian. BPP yang sudah bertransformasi dan terkoneksi diantaranya BPP Cikarang Pusat, BPP Cikarang Timur, BPP Tambelang, BPP Tarumajaya, BPP Sukatani, BPP Pebayuran dan BPP Cabang Bungin.

“KostraTani tempat kita berkumpul dengan cara-cara baru. Kita tinggalkan pola lama. Kita gunakan pendekatan teknologi 4.0 untuk menyatukan para petani dan penyuluh dengan Kementan di pusat. Hapus sekat pusat dan daerah,” ungkap Mardison mengutip arahan Dedi Nursyamsi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

Setelah melaksanakan kegiatan simultan sosialisasi aplikasi program utama Kementan, fokusnya materi terkait input, rekapitulasi data dan laporan program utama pertanian, maka 20 BPP di Kabupaten Bekasi sudah terhubung ke AWR Kementan di Jakarta.

Menurut dia dengan terhubung ke AWR Kementan, diharapkan peran utama BPP Kostratani sebagai pusat data dan informasi dapat terlaksana sesuai yang diharapkan.”Setiap hari Kamis, para Admin IT dapat melaporkan kegiatannya ke website laporan utama Kementan. Jangan lupa selalu meng-update data Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian atau Simluhtan,” kata Mardison.

Disisi lain, Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan transformasi BPP Kostratani dilakukan bertahap hingga 2021. Setidaknya ada 12 persyaratan harus dipenuhi BPP. Mulai dari penetapan lokasi BPP, sosialisasi KostraTani, pelatihan teknologi informasi (IT) dan manajemen data dan infromasi pertanian, pelatihan aplikasi pelaporan program utama Kementan, hingga implementasinya.

Penyuluh dibimbing mengimpelentasikan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok online (e-RDKK), penyusunan Calon Petani Calon Lahan (CPCL). “Tak hanya menyusun, penyuluh juga mampu verifikasi CPCL dan monitoring bantuan sarana produk pertanian.”

 6 total views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Perlu Bantuan?
Hallo
Ada yang bisa Kami Bantu?